oleh

Peringati HUT Ke-74, Polri Gandeng Yayasan Smile Train Indonesia dan Perapi Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

POSKOTA.CO – Memperingati Hari Bhayangkara ke-74, Polri bekerja sama dengan Yayasan Smile Train Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) menggelar Bhakti Sosial (Baksos) operasi celah bibir dan langit-langit (bibir sumbing) gratis, di RS Bhayangkara Tingkat I R. Said Sukanto Jl. RS. Polri Kramat Jati, Jakarta.

Kegiatan operasi telah dilakukan pada tanggal 25-26 Juli dengan pasien berjumlah 13 anak. Namun secara nasional total anak yang mendapatkan operasi bibir sumbing dalam rangka HUT ke-74 Bhayangkara sebanyak 268 anak dengan melibatkan 15 RS Bhayangkara yang ada di Tanah Air.

“Kami mengucap terima kasih kepada Polri dan juga Yayasan Smile Train Indonesia yang telah berkenan mengadakan Baksos operasi bibir sumbing secara gratis,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) Pusat, Brigjen. TNI. dr Budiman, SpBP-RE (K), ketika hadir bersama Karumkit Brigjen Pol dr. Asep Hendradiana SpAn KIC dan Ketua Yayasan Smile Train Indonesia Deasy Larasati pada acara Talk Show yang mengambil thema ‘ Pelaksanaan Baksos Bibir Sumbing Nasional di Era Adaptasi Kebiasaan Baru’, Jumat (14/8/2020), di Gedung Utama RS Bhayangkara Tingkat I R. Said Sukanto,Jakarta.

Ketua Yayayan Smile Train Indonesia Deasy Larasati menuturkan, penderita bibir sumbing di Indonesia terbilang tinggi dimana dari 700 kelahiran terdapat satu orang anak yang menderita bibir sumbing.

“Kami berterima kasih kepada Polri yang memiliki kepedulian untuk menggelar operasi bibir sumbing dalam rangka HUT ke-74 Bhayangkara. Dengan program ini kami sangat terbantu guna mengurangi jumlah penderita bibir sumbing di Indonesia,” terang Deasy.

Sementara Karumkit Brigjen Pol dr. Asep Hendradiana SpAn KIC menegaskan, operasi bibir sumbing secara gratis merupakan salah satu perintah Kapolri dalam rangka memperingkati Hari Bhayangkara ke-74. Selain operasi bibir sumbing juga dilaksanakan rapid test covid-19 dan donor darah.

“Khusus pelaksanaan operasi bibir sumbing, kami ingin memberikan manfaat kepada anak-anak yang terlahir dengan bibir sumbing dapat memetik manfaat melaui pelaksanaan operasi tidak berbayar ini, untuk nantinya mereka ketika tumbuh besar akan tumbuh seperti halnya anak yang normal,” jelas dr. Asep.

Di acara ini dr. Asep sempat melakukan webinar dengan Kepolisian Kupang dan Kepolisian Ternate yang di kedua tempat tersebut juga melakukan kegiatan sama, yakni operasi bibir sumbing secara gratis.

Di Kupang sebanyak 38 anak dinyatakan siap untuk menjalani operasi bibir sumbing dari 43 pendaftar. Sedangkan di Ternate dari 41 pendaftar sebanyak 27 anak dinyatakan siap untuk menjalani operasi bibir sumbing di RS Bhayangkara setempat. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *