oleh

Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Tangsel Perpanjang PSBB hingga 15 Juni

POSKOTA.CO – Hasil Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait penyebaran Covid-19 di masyarakat yang masih cukup tinggi kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang untuk 14 hari mulai tanggal 1 hingga 15 Juni 2020 mendatang.

“Hasil rapat dengan Gubernur Banten Wahidin Halim dan unsur Forkompimda Kota Tangsel, maka kegiatan PSBB jilid IV kembali diberlakukan hingga 15 Juni 2020 atau 14 hari ke depan ini untuk mendisiplinkan diri ke masyarakat agar penyebaran Covid-19 yang membahayakan dapat dikurangi atau minimalisasi,” kata Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Senin (1/6/2020).

“Mau tiak mau, suka atau tidak suka kita harus menyadari bahwa Covid-19 itu berbahaya untuk menghindari atau mencari solusi yang tepat adalah patuhi protokol Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, tidak melakukan kegiatan berkerumun massa sambil menunggu para ahli menemukan vaksin yang tepat dan sampai saat inbi kita tidak tahu kapan ditemukan,” sambungnya.

Seperti saya sudah katakana sejak awal, imbuh Airin, kegiatan PSBB tahap pertama itu adalah sosialisasi edukasi, PSBB tahap kedua adalah penegakan aturan dengan sanksi, misalnya kita stikerisasi, kita peringatkan dan yang lainnya.
“Jika angka masyarakat yang sakit menurun tentunya kegiatan PSBB akan dihentikan dan kembali kegiatan normal baru atau ‘new normal’,” ucapnya.

Pasalnya, lanjut Airin, hasil Reproduction Number (RO) atau angka penularan Covid-19 di Tangsel masih 1,7 per data kemarin.
“Kedisiplinan masyarakat masih sekitar 70 persen yang seharusnya kepatuhan yang kita sebut RT (Reproduction at certain time after intervention) itu 90 persen. RO yang ideal itu seharusnya di bawah 1,” ungkapnya yang terpaksa memberlakukan PSBB jilid IV dengan kegiatan lebih mendetail atau memperketat penangganan mulai di tingkat kecamatan dan kelurahan agar masyarakat pendispilinkan diri menjaga kesehatan.

Namun walaupun ada kegiatan PSBB jilid IV untuk kali ini kegiatan di rumah ibadah telah dibuka tapi tetap mengikuti protokol yang telah ditentukan dengan syarat bahwa tidak ada catatan angka kasus ODP, PDP ataupun positif yang tinggi di wilayah rumah ibadah tersebut.

Penggunaan rumah ibadah juga harus mendapat persetujuan gugus tugas dari tingkat RT sampai kecamatan, tambah Airin Rachmi Diany, sesuai surat edaran Menteri Agama boleh dibuka dengan mengikuti protokol Covid-19 dan ada satu lagi di wilayah tersebut dilihat RO dan RT-nya. Dilihat berapa jumlah ODP, PDP dan positif. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *