oleh

Penerapan Ganjil Genap Potensi Bahayakan Keselamatan

POSKOTA.CO – Indonesia Traffic Watch (ITW) meminta Pememerintah Provinsi DKI dan Polda Metro Jaya menunda pemberlakuan kebijakan yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keselamatan jiwa masyarakat.

Ketua Presidium ITW Edison Siahaan menegaskan, pandemi virus Corona atau covid-19 telah membawa setiap orang masuk dalam situasi darurat kesehatan. Kemudian pemerintah menyosialisasikan menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta menggunakan masker, dan mencuci tangan adalah langkah ekfektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Pemerintah melarang berkumpul, ajaibnya, Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya justru memberlakukan kembali kebijakan ganjil genap (gage) yang potensi menimbulkan kerumunan yang sekaligus menjadi ancaman terhadap keselamatan jiwa masyarakat,” tandasnya.

Menurut Edison Siahaan, kebijakan gage akan memaksa warga yang hanya memiliki satu kendaraan untuk menggunakan transportasi angkutan umum, sehingga akan meningkatkan terjadinya kerumunan di halte-halte dan terminal maupun tempat pemberhentian angkutan umum.

ITW mendesak agar melakukan evaluasi segera karena penerapan gage potensi meningkatkan terjadinya penyebaran dan penularan Covid-19. Apalagi menerapkan Gage dalam kondisi pandemi virus seperti saat ini belum mendesak atau untuk demi kepentingan masyarakat.

“Hendaknya Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya tidak memaksakan kehendaknya semata. Meskipun penerapan gage bukan dosa, tetapi harus juga mempertimbangkan asas kemanfaatan dan kelayakan. Sebab kebijakan akan efektif bila diterapkan dalam waktu dan kondisi yang tepat. Keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi dari semua hukum negara yang ada,” pungkas Edison. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *