oleh

Pemkot Bogor Segera Buka Pusat Kuliner Teras Surken Bertransaksi Nontunai

POSKOTA. CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor membuka pusat kuliner Teras Suryakencana atau Teras Surken bekerja sama dengan berbagai pihak. Lokasinya, di Jalan Bata, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Ada 38 tenant yang menjajakan berbagai kuliner dengan sistem non tunai atau cashless.

Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Muzakkir menerangkan, di Teras Surken ada 38 tenant dimana 90 persennya adalah diisi para pedagang Suryakencana. Sejak 2019, ia bersama para kepala dinas terkait atau yang disebut Tim 7 diberikan tugas untuk melakukan penataan jalan di Kawasan Suryakencana.

“Rata-rata para pedagang sudah berjualan lebih dari 20 tahun,” ujarnya usai acara peresmian.
.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner legendaris Kota Bogor tidak perlu mencari di tempat lain, cukup datang ke Teras Surken yang beroperasi mulai pukul 08.00 WIB – pukul 21.00 WIB.

Namun yang berbeda, di Teras Surken ini sistem pembayarannya menggunakan non tunai atau cashless. Salah satunya menggunakan e-Kujang atau Digicash BJB.

“Disini uang tunai tidak berlaku, jika menggunakan uang cash maka para pedagang akan menolak,” kata Muzakkir.

Pelayanan mandiri menjadi keunikan lain, dimana konsumen datang ke tenant, memilih menu kemudian lakukan pembayaran secara digital. Selain itu tidak disediakan piring atau gelas, selesai menyantap makanan, para konsumen di edukasi untuk membuang sampah langsung ke tempat sampah secara mandiri.

Selain itu, peresmian Teras Surken sekaligus soft launching e-Kujang atau aplikasi dompet elektronik yang dimiliki Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor bekerja sama dengan Finnet salah satu anak perusahaan Telkom.

Kedepan para pedagang dan konsumen di pasar Sukasari Kota Bogor dapat bertransaksi secara cashless.

“Rencananya akan di launching pada 7 September 2020 di Pasar Sukasari. Selain itu ada KUJANG Fresh, pasar digital atau penjualan online yang diperuntukkan bagi warga yang tidak sempat datang ke pasar. Semoga menjadi kebanggaan Kota Bogor. Kedepan e-Kujang tidak hanya dipakai untuk transaksi tetapi juga bisa digunakan untuk membeli token listrik, air PDAM atau pajak,” jelas Muzakkir.

Sementara itu, PT. Sinar Sosro yang diwakili GM Sinar Sosro KPW Jawa Barat, Soni Hermawan menyebutkan, keterlibatan Sosro dalam pembangunan Teras Surken menjadi bukti komitmennya dalam melestarikan kuliner khas Indonesia.

“Sejak dulu kami komitmen untuk tumbuh kembangkan UMKM, khususnya kuliner, dimana nanti harapkan para pedagang yang berjualan di pinggir jalan bisa mendapatkan tempat lebih baik dengan segala fasilitas yang lebih baik. Semoga Teras Surken menjadi kebanggan dan area ikonik serta destinasi kuliner baru Kota Bogor yang memberi keuntungan bagi warga Kota Bogor,” kata Soni.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Syafii memberikan perhatian khusus karena Teras Surken menjadi kawasan cashless society dan berharap bisa diterapkan di lokasi lain.

Dengan transaksi cashless para pedagang akan terhindar dari peredaran uang palsu dan tidak perlu menyediakan uang kembalian.

“Yang lebih penting penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ini bisa dijadikan perbankan untuk kredit profil dari masing-masing tenant, sehingga persetujuan kredit nya akan lebih mudah untuk disetujui,” kata Syafii. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *