oleh

Pemkot Bogor Jadi Lokasi Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional

POSKOTA. CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjadi kota lokasi Visitasi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional ‘Restrukturisasi Birokrasi’ Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2020.

Sebanyak sembilan peserta PKN mendengarkan pemaparan Wali Kota Bogor, Bima Arya terkait Restrukturisasi Birokrasi yang memang menjadi tema pelatihan di Paseban Sri Bima, Balai Kota, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor.

“Sesuai dengan tema kami yakni restrukturisasi birokrasi, pak wali menjelaskan dengan sangat luar biasa dan banyak sekali inovasi Kota Bogor yang kami baru tahu,” ujar Kasubid Pengelolaan Pembiayaan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Agus Sulaiman.

Agus mengatakan, dipilihnya Kota Bogor sebagai tempat visitasi ini bukan tanpa alasan. Sebab, Kota Bogor memiliki sistem birokrasi yang bagus serta kepemimpinan kuat yang bisa menjadi percontohan.

Tak ayal, semua penjelasan Bima Arya ini nantinya akan dituangkan menjadi rekomendasi kebijakan yang kemungkinan bisa juga diterapkan di kota lain.

“Kami harap inovasi sistem birokrasi dan kepemimpinan kuat Wali Kota Bogor bisa dicontoh kota lain dalam mengembangkan pembangunan di daerahnya,” imbuh Agus.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, hal utama yang dilakukan Pemkot Bogor yakni membangun sistem. Pasalnya, Wali Kota bisa berganti namun sistem harus terus berjalan beserta dengan target-target yang sudah ditentukan. Target mendapatkan predikat WTP, target merapikan aset Pemkot Bogor, target meningkatkan predikat SAKIP, target mengurangi kemiskinan dan lainnya.

“Ini tidak mudah, semua harus dipaksa. Dan sangat penting juga membangun sistem reward dan punishment,” ujar Bima.

Bima menuturkan, di masa jabatannya periode ke-2, ia merumuskan Kota Bogor sebagai kota Ramah Keluarga. Tak ayal, semua kebijakan Pemkot Bogor harus mengacu pada keluarga dengan tiga misinya. Sebut saja Kota cerdas, Kota sehat dan Kota sejahtera. Tujuan ini mengalami banyak ujian di Pandemi. Meski begitu, ia selalu percaya ini dengan kolaborasi, sinergi dan kerja tim.

“ASN harus berkolaborasi dengan semuanya pengusaha, swasta dan lainnya dan hanya pemimpin yang kolaboratif yang akan menang di situasi perang seperti ini,” tegas Bima. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *