oleh

Orang BPN Jakut, Ditanya Warga Jawabnya Harap Bersabar, Tak Ada Kepastian

POSKOTA.CO – Sebanyak 150 bidang tanah di RW 11, Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara yang diajukan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Langsung) gagal terbit sertifikatnya.

Ternyata program PTSL Presiden Jokowi rampung di 2025, tidak mulus di lapangan. Menurut Jarwo, Sekretaris RW 11 Pademangan Barat, pada 2018 ia mengajukan 150 bidang tanah untuk diterbitkan sertifikat melalui program PTSL, namun hingga kini (Agustus 2020) sertifikat tersebut belum juga diterbitkan oleh BPN Jakarta Utara.

“Yang saya heran, hanya sertifikat yang diajukan oleh RW 11 secara kolektif yang tidak dikeluarkan oleh BPN Jakarta Utara, sedangkan sertifikat yang diajukan oleh perorangan justru ada yang diterbitkan, inikan menjadi dilema buat kami pengurus RW yang diimbau langsung oleh BPN untuk mensosialisasikan program PTSL,” ungkapnya di Kantor BPN Jakarta Utara, baru-baru ini.

“Setiap kali saya konfirmasi ke Arif, salah satu petugas BPN Jakarta Utara, yang bersangkutan selalu bilang sabar, tunggu. Bahkan, terakhir dikatakan Arif bahwa program PTSL sudah ditutup,” terang Jarwo.

Warga Merasa dipingpong

Pada saat dikonfirmasi, Arif dan Edi, juga pegawai BPN Jakarta Utara, menyatakan akan akan kembali diajukan kepada pimpinan.”Mudah-mudahan di tahun 2021 berkas dari Pademangan Barat RW 11 bisa diproses,” ungkapnya.

Mendapat jawaban seperti itu, Jarwo mengatakan,”Kami selaku pengurus RW merasa dikorbankan, kalau tidak bisa diterbitkan kenapa berkas diterima dan sudah dua tahun di tangan BPN. Bahkan sampai dikabarkan ada berkas surat tanah warga yang hilang.”

Kinerja BPN Jakarta Utara mendapat sorotan dari Wahyu, Koordinator Nasional Penelitian dan Pengembangan DPP Lembaga Aliansi Indonesia. ”Menimbang kasus gagalnya BPN Jakarta Utara menerbitkan 150 sertifikat produk PTSL, menandakan BPN Jakarta Utara tidak profesional dan sistem administrasinya sangat buruk. Bayangkan, seorang pegawai BPN dengan jabatan Kabid, Paulus, menurut keterangan Jarwo mengaku tidak pernah tahu ada ajuan PTSL dari RW 11 Pademangan Barat. Padahal, ajuan dari RW 11 sudah sejak tahun 2018 yang diperbaharui tahun 2019 dan hingga kini tidak ada kejelasan prosesnya,” ungkap Wahyu.(oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *