oleh

Operasi Pekat, Satpol PP Kabupaten Bogor Garuk 22 Wanita ‘Si Kupu-Kupu Malam’

POSKOTA.CO – Bisnis esek-esek di Kabupaten Bogor menggeliat di tengah pandemi Corona yang belum mereda.

Bisnis plus-plus di saat pemerintah tengah berjuang keras memutus rantai penyebaran Covid 19 dengan menerapkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ditindak Satpol PP Kabupaten Bogor.

Dalam operasi yang berlangsung tengah malam hingga dinihari tadi, petugas Satpol PP diperkuat kepolisian, berhasil mengamankan 22 orang wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK).

Wanita kupu-kupu malam yang digaruk Kamis(27/8/2020) dini hari ini, lalu dibawa ke kantor Satpol PP.

“Tadi malam hingga dinihari tadi, kita operasi. Hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Tanjungsari, Cariu dan Cileungsi ini, ada 22 orang wanita diduga PSK kita amankan ke Mako Satpol PP Kabupaten Bogor,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho kepada wartawan.

Puluhan wanita berpakaian seksi ini diamankan dari beberapa lokalisasi ilegal maupun di jalan raya.

Sejumlah terduga PSK yang terjaring Operasi Pekat dicek suhu sebelum memasuki Mako Satpol PP Kabupaten Bogor, untuk didata.

“Mereka mangkal di kafe, rumah karaoke dan juga jalanan. Karena diduga menjajakkan diri, maka kami angkut mereka ke truk Satpol PP, lalu dibawa ke mako untuk dilakukan pendataan dan pembinaan mental oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor,” paparnya.

Selain mengamankan puluhan wanita malam, tim penegak peraturan daerah (perda) ini juga menyita puluhan botol minuman keras (miras) dari lokasi yang sama.

“Miras ini akan dimusnahkan. Untuk pemilik kafe yang menjual miras, kami sidang tindak pidana ringan (tipiring) berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dengan ancaman sanksi maksimal Rp50 juta atau kurungan penjara selama tiga bulan,” tutur Agus.

Walaupun Operasi Pekat Kamis (27/8/2020) dini hari berhasil, namun petugas gagal menertibkan Blok Anggrek di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi yang menjadi pusat prostitusi ilegal.

Puluhan terduga PSK yang terjaring Operasi Pekat saat dikumpulkan di Mako Satpol PP Kabupaten Bogor, untuk pendataan.

Hal itu terjadi, karena ada perlawanan dari para pengelola rumah karaoke maupun warung remang-remang, saat tim hendak melakukan Operasi Pekat tersebut.

“Saat di Blok Anggrek, para petugas penegak perda mendapatkan hadangan dari para pengelola. Mereka merasa diperlakukan tidak adil dengan adanya operasi ini,” kata Agus Ridho kepada wartawan.

“Kami melanjutkan Operasi Pekat di luar Blok Anggrek, dan petugas kembali mengamankan empat wanita terduga PSK yang sedang berada di kafe sekitar Jalan Limus Nunggal.

Sebelumnya di Blok Cokelat di desa yang sama petugas mengamankan tiga orang wanita terduga PSK.

“Kalau di Kecamatan Tanjungsari, ada empat orang wanita terduga PSK diamankan. Lalu di Kecamatan Cariu kami berhasil memgamankan 11 orang wanita terduga PSK. Totalnya ada 22 orang,” kata Agus. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *