oleh

Normalisasi Waduk, Pangdam III Siliwangi Tinjau Setu Tlajung Udik

POSKOTA. CO — Panglima Kodam III Siliwangi, Mayjen Nugoroho Budi W meninjau setu Tlajung Udik di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Senin (24/8/2020).

Pangdam didampingi Wakil Bupati Bogor, Iwan setiawan, Danrem 061 Surya Kancana(SK), Brigjen Sukur Herwanto, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Agus Subianto, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, Anggota DPRD Komisi III H. Adi Suwardi beserta unsur pejabat baik dari Forkopimda, Forkopimcam juga aktivis peduli waduk/setu.

Jenderal bintang dua TNI ini dalam kunjungannya ini, ingin melihat langsung normalisasi sejumlah waduk/setu serta bakti sosial dalam memperingati hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020 tahun ini. 

Normalisasi waduk ini berdasarkan kesepakatan tentang kerja sama antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dengan Pangdam III Siliwangi terhadap 95 waduk/setu yang ada di Kabupaten Bogor. 

Kunjungan ke setu Tlajung Hilir dipusatkan di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Kami Kodam III Siliwangi sudah melaksanakan kerja sama dengan BBWS sejak tahun lalu khusus revitalisasi waduk/setu. Jumlah seluruh waduk/setu yang ada di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor sekitar 101 waduk atau setu. Tahun lalu bersama BBWS sudah mengerjakan lima setu kemudian tahun ini akan dikerjakan tujuh setu lagi,” kata Pangdam kepada wartawan.

 Normalisasi dilakukan, lanjut jenderal bintang dua ini, bertujuan untuk mengembalikan fungsi dari waduk tersebut.

Dikatakannya, Waduk/setu semakin lama semakin mendangkal, padahal fungsi setu adalah untuk cadangan air di wilayah tersebut.

“Kami ingin mengembalikan fungsinya,”ujarnya sambil menambahkan, manfaat waduk sangat kita butuhkan, karena menjadi siklus untuk kehidupan masyarakat sekitar.

Untuk Setu Tlajung Hilir Wanaherang, Pangdam mengaku,  sudah dikerjakan satu tahun lalu dengan luas sekitar 6,4 hektar. 

“Saat ini sudah mulai mendangkal lagi. Yang tadinya kedalamannya 3 meter, sekarang menjadi 2 meter. Harus diperdalam lagi,” katanya.

Pangdam menegaskan, dirinya sudah memerintahkan Dandim 0621 Kabupaten Bogor untuk bisa memanfaatkan setu ini untuk masyarakat dengan berbudi daya ikan serta tempat pariwisata dan sebagainya.

Saya minta Dandim berkordinasi dengan Kapolres Bogor dan Pemda Kabupaten Bogor, supaya masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya,” tambah Pangdam.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengucapkan terima kasih kepada Pangdam III Siliwangi. 

Iwan melaporkan ke Pangdam,  jika di Kabupaten Bogor ada 95 setu. Namun kewenangan tentang penanganan dan pengelolaan setu itu ada di Provinsi Jawa Barat melalui pengelolaan sumber daya air (PSDA) dan BBWS. 

“Mereka bekerja sama dengan TNI. Targetnya satu tahun itu 5 atau 7 setu untuk revitalisasi,” kata Iwan. 

Manfaat waduk/setu menurut Iwan, menjadi sarana penampung air saat menghadapi banjir dan juga sebagai penangkal banjir di Kabupaten Bogor.

Selain itu, juga sebagai penampung air khusus sungai Cileungsi sungai Cisadane dan sungai Ciliwung,” tegasnya.

Berkaitan dengan pencemaran setu/waduk pihaknya mengaku sudah mewacanakan dengan Panglima Kodam III Siliwangi, bahwa Pemda Kabupaten Bogor, akan mengadopsi sistem yang diterapkan Citarum, yaitu kerja sama pemerintah daerah dan TNI POLRI.

“Itu bisa diaplikasikan di sini. Hal itu juga bisa diterapkan di sini dengan membentuk satgas penanganan Cileungsi bersih dengan ketua Bupati Bogor dan Wakil Ketua, Dandim dan Kapolres. Jika hal itu dilakukan, maka pencemaran setu Cileungsi bisa di minimalisir. Saat ini hanya DLH dan Pemkab Bogor yang menangani itu, namun tidak maksimal dan kewalahan,” tegasnya. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *