oleh

Ngadu ke Wagub DKI, Eks Pedagang Lokbin Pasar Abdul Gani Desak Kasatpel PPKUKM Diganti

POSKOTA.CO – Usai revitalisasi Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Abdul atau yang beken dengan sebutan Pasar Gembrong, Jalan Galur Jaya, Galur, Johar Baru kembali muncul persoalan baru.

Pasalnya, sejak pasar ini dikelola Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menegah (PPKUKM) Kecamatan Johar Baru, Lusden Manurung, pengelolaan pasar ini semakin kacau balau.

Perbincangan hangat ditengah-tengah pedagang antara lain, mulai dari penempatan pedagang dalam kios yang hingga saat ini puluhan eks pedagang belum juga menempati kios di pasar tersebut.

Selain itu, beredar kabar dari para pedagang pungutan swadaya dari para pedagang perhari sebesar Rp. 5.000 ribu akan dinaikan menjadi Rp. 10.000 ribu, ditambah lagi parkir kendaraan dan pengelolaan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang dialihkan kepada orang lain serta di dalam pasar terlihat mendirikan bangunan baru.

Hingga saat ini puluhan eks pedagang hanya bisa mengelus dada, lantaran selalu dipimpong untuk mendapat haknya menempati kios di Pasar Abdul Gani ini.

“Sudah ngadu ke mana-mana mas hingga di mediasi di Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta pada dua bulan lalu. Tapi tidak ada kejelasan juga untuk penempatan kami. Bahkan kami pedagang dipimpong terus oleh Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta,” keluh salah satu eks pedagang, Minggu (30/8/2020).

Lantaran kebinggungan mau ngadu ke mana lagi, akhirnya puluhan eks pedagang bersama pengacara melaporkan ke Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

“Tuntutan kami, kepada Wagub DKI Jakarta agar secepatnya mengganti Kasatpel Kecamatan Johar Baru, Lusden Manurung karena tidak berpihak kepada pedagang,” ungkap eks pedagang lainnya.

Pantauan di lapangan kios-kios terlihat masih kosong, anehnya kios baru direvitalisasi ada yang di segel. Padahal kios itu baru saja diisi pedagang.

Dampak dari beredar nya akan dinaikan pungutan swadaya dari pedagang dari Rp. 5.000 ribu menjadi Rp. 10. 000 ribu.

“Ratusan pedagang yang saat ini mnempati kios juga merasa keberatan alasanya karena listrik sering mati terus. Suruh tambah daya syaratnya tempelan atau dana swadaya dari pedagang naik. Rencananya, dalam dekat ini, ratusan pedagang akan menggelar aksi demo,” bebernya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi sempat menyarankan agar, Dinas PPKUKM DKI Jakarta harus tahu kejadian ini. Seharusnya pungli di pasar dilakukan penindakan, jangan sampai dibiarkan.

Tanyakan ke Kasudin PPKUKM Jakpus. Biar jelas dan itu tupoksi nya. Kan saya sudah bilang bahwa, Pemkot Jakpus berencana mengevaluasi seluruh pasar Lokasi Sementara (Loksem) dan Lokasi Binaan (Lokbin) yang dibina PPKUKM Jakpus. Karena kita harus ada keadilan untuk PKL lain, karena pasar itu bukan punya nenek moyang pedagang seperti turun temurun ke pedagang di sana,” tandasnya.

Evaluasi pasar di Jakarta Pusat antara lain, sambung Irwandi, meliputi pengelolaan pasar apakah masih dibutuhkan, kemudian tidak semrawut dan kotor yang mengganggu kenyamanan warga dan lain-lain.

“Kita akan coret pasar di Jakpus jika tidak berpihak kepada pedagang. Selanjutnya, lokasi pasar tersebut segera dikosongkan,” tegasnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *