oleh

Melawan Arus, Pelanggaran Terbanyak Dilakukan Masyarakat Ibu Kota

POSKOTA.CO – Selama dua hari digelar Operasi Patuh Jaya 2020, jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara adalah melawan arus. Pelanggaran jenis ini sangat mebahayakan orang lain dan diri sendiri. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (25/7/2020) jumlah pelanggar melawan arus 413 kasus. “Jumlah penindakan tilang sejumlah 1.061 tilang,” imbuh AKBP Fahri.

Sementara jenis kendaraan yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah sepeda motor. Selain melawan arus, sejumlah pemotor yang kenda tilang juga karena tidak menggunakan helm SNI. Sebelumnya, di hari pertama Operasi Patuh Jaya pada Kamis (23/7) total pelanggaran berjumlah 4.462 kasus. Dari angka tersebut, 1.763 di antaranya ditilang.

Operasi Patuh Jaya dimulai sejak Kamis (23/7) hingga 5 Agustus 2020 mendatang. Ada lima jenis pelanggaran yang jadi prioritas sasaran operasi, yakni melawan arus, pengemudi dan penumpang motor tak menggunakan helm SNI, melanggar marka stop line, melintas di bahu jalan tol, serta menggunakan rotator atau sirene tidak sesuai ketentuan.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyampaikan, selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta di tengah pandemi ini, polisi tidak melakukan penilangan.Namun angka pelanggaran lalu lintas justru mengalami peningkatan. Selama Januari-Juni 2020, Polda Metro Jaya mencatat ada ratusan ribu pelanggaran.

“Di Indonesia kecelakaan lalu lintas pada 2019 meningkat. Di wilayah Polda, jumlah kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas pada awal tahun 2020 sampai Juni sudah tercatat 4.708 kecelakaan laka lantas dan 484.302 pelanggaran yang terjadi,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat memimpin apel pasukan Operasi Patuh Jaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *