oleh

Klaster Rumah Tangga, Dua Balita di Kota Bogor Positif Covid-19

POSKOTA. CO – Kasus baru positif Covid 19 di Kota Bogor terus bertambah. Dinas Kesehatan mencatat, tanggal 22 Agustus 2020 bertambah lagi 12 orang positif Covid 19.

Data yang dirilis Humas Pemkot Bogor menyebutkan, hingga tanggal 22 Agustus, sudah tercatat 150 orang pasien positif covid-19 dengan KTP Kota Bogor yang termasuk dalam klaster rumahtangga.

Manan, Kabid Humas Pemkot Bogor menyebutkan, untuk 12 kasus baru ini diketahui masing-masing,

1. Laki-laki (40), warga Tanah Baru, Bogor Utara.
2. Perempuan (8), warga Cilendek Barat, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
3. Perempuan (18), warga Cilendek Barat, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
4. Perempuan (36), warga Gunung Batu, Bogor Barat, kategori rumah tangga
5. Laki-laki (1), warga Gunung Batu, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
6. Perempuan (2), warga Gunung Batu, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
7. Perempuan (47), warga Lawanggintung, Bogor Selatan, kategori rumah tangga.
8. Laki-laki (18), warga Lawanggintung, Bogor Selatan, kategori rumah tangga.
9. Laki-laki (38), warga Kedung Badak, Tanah Sareal, kategori rumah tangga.
10. Perempuan (38), warga Pasir Jaya, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
11. Laki-laki (38), warga Pasir Jaya, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
12. Laki-laki (26), warga Baranangsiang, Bogor Timur.

“Jumlah yang positif hingga tanggal 22 Agustus, sudah tercatat 150 orang pasien positif covid-19 dengan KTP Kota Bogor yang termasuk dalam kluster rumah tangga,”kata Manan.

Saat ditanya berapa yang sudah menjalani perawatan di rumah salute, Manan mengaku, data yang dirawat di RSUD ataupun yang isolasi mandiri di rumah, belum terima Humas dari Dinkes.

“Prosedurnya, ketika ada data kasus positif baru maka unsur wilayah (Camat, Lurah dan Puskesmas) bersama tim detektif Covid di masing-masing RW akan melakukan tracing dan assesment. Jika ada yang dibutuhkan perawatan di rumah sakit, maka akan dilaporkan oleh Puskesmas ke Dinkes untuk dirujuk ke RSUD. Tapi kalau hasil penilaiannya rumah pasien memadai untuk isolasi mandiri dan pasien tanpa gejala (OTG), maka akan dilaksanakan pilihan tersebut,”ujar Manan.

“Sebagai contoh, untuk kasus yang di Kelurahan Semplak, sebanyak 26 pasien OTG itu semuanya isolasi mandiri di rumah masing-masing,”tambah Manan. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *