oleh

Klaster Keluarga Marak, Kota Bogor Kembali Zona Merah Covid-19

POSKOTA.CO – Kota Bogor akhirnya menyandang status zona merah Covid-19. Setelah setiap harinya ada pergerakan kenaikan jumlah kasus positif, dan terakhir satu keluarga semuanya dinyatakan positif usai melakukan perjalanan luar kota, kini Kota Bogor memerah dalam kembali status zona merah Covid-19.

Klaster keluarga terbaru di Perumahan Bukit Cimanggu City (BCC), Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor membuat kewaspadaan di masyarakat harus ditingkatkan.

Kasus terbaru seorang ibu dan anak remaja berusia 18 tahun terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan perjalanan liburan ke Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Penularan Covid-19 di keluarga ini bermula pada 15 Agustus 2020. Di mana ibu dan anaknya berangkat ke Dieng dalam kondisi sehat.

Sehari setelah yakni pada 16 Agustus 2020, ibu ini mendadak demam lalu melakukan isolasi mandiri di kamar hotel dengan anaknya.

Berlanjut ke tanggal 17 Agustus 2020, mereka pulang ke Bogor. Keesokan harinya yakni tanggal 18 Agustus 2020, ibu ini berangkat ke kantor dalam kondisi kurang sehat.

Pada 19 Agustus 2020, ibu ini lalu ke dokter untuk memeriksakan diri serta dites cepat dan hasilnya nonreaktif.

Dokter yang memeriksa ibu ini, lalu menyarankan agar lebih akurat untuk melakukan tes swab.

Pada 25 Agustus 2020 malam, suami ibu ini dipanggil ke RS Hermina untuk mengambil hasil tes swab.

“Hasilnya ibu dan anak positif Covid-19. Sedangkan suaminya negatif. Pada 28 Agustus 2020, anak ikuti jejak ibunya, isolasi di RS Marzuki Mahdi. Sedangkan suami pasien yang negatif, tetap isolasi mandiri di rumah,” terang Cipto.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, asal kasus di klaster keluarga yang saat ini marak di Kota Bogor berasal dari tiga penyebab utama.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau tes cepat Covid-19.

Pertama, kepala atau anggota keluarga bekerja di perkantoran wilayah Jabodetabek yang diperkirakan sistem sirkulasi udara dan penerapan protokol Covid-19 yang kurang memadai.

Kedua, dari perjalanan dinas luar kota dengan menggunakan multimoda transportasi.

Ketiga keluarga yang melaksanakan kegiatan internal seperti tahlilan, resepsi pernikahan atau kegiatan lainnya yang melibatkan anggota keluarga dalam jumlah besar.

“Pemkot akan mulai memberikan surat peringatan satu kepada sektor dunia usaha yang mengabaikan protokol Covid-19,” kata Dedie kepada wartawan Jumat (28/8/2020).

Guna mencegah penyebaran dalam memutus rantai penularan, masyarakat yang melanggar protokol Covid-19, akan diberlakukan sanksi tegas.

“Mulai awal September akan mulai diberlakukan penahanan identitas diri dan selanjutnya akan mulai diberlakukan sanksi denda, bagi mereka yang melanggar aturan PSBB. Harus tegas agar tidak ada lagi korban berikut,” kata Dedie yang juga wakil wali kota Bogor. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *