oleh

Kevakuman Jabatan Lurah di Jakarta Pusat Berdampak Pelayanan Masyarakat Lamban

-Megapolitan-130 views

POSKOTA.CO – Kekosongan jabatan kursi pamong lurah di wilayah Jakarta Pusat antara lurah Bungur dan Gunung Sahari Selatan ini dibiarkan kosong hingga berbulan-bulan, terhitung sejak Desember 2019 lalu.

Akibat dari kevakuman jabatan lurah yang ditinggal pensiun ini, berdampak pada pelayanan terhadap masyarakat menjadi lamban, terlebih saat ini pandemi Covid 19 belum berlalu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budiman, menyatakan, dari dua lurah yang pensiun bertambah lagi satu lurah yakni lurah Duri Pulo pada 1 Agustus 2020 juga pensiun.

“Sudah ada tiga lurah yang kosong. Tentunya kekosongan jabatan lurah berdampak terhadap pelayanan warga masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diminta segera menempatkan lurah definitif supaya pelayanan untuk masyarakat dapat berjalan maksimal. Jangan lagi ada pelaksana tugas (Plt) atau pelaksana harian (Plh), karena kerjanya lamban merespons keluhan masyarakat,” ungkap Budiman, Kamis (30/7/2020) siang.

Sebab, kata Budiman, perangkat kelurahan harus punya lurah definitif karena lurah merupakan ujung tombak sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat paling bawah.

“Apa sudah tidak ada lagi Aparat Sipil Negara (ASN) yang cukup memiliki kualifikasi untuk mengisi jabatan lurah. Bagaimana jika terjadi permasalahan di tengah masyarakat baik itu soal pelayanan maupun persoalan sosial yang muncul,” paparnya.

Oleh karenanya, dia berharap Gubernur Anies lebih serius menyikapi kekosongan jabatan lurah di Jakarta Pusat ini.

“Fungsi kepala kepegawaian dan perangkat lainnya yang berkaitan dengan Baperjab seharusnya peka melihat kondisi di lapangan, jangan hanya duduk di belakang meja, sekali-sekali turun ke wilayah,” tandasnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *