oleh

Ketua Gugus Tugas Kota Bogor Usulkan Bentuk Satgas Mikro

POSKOTA. CO – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor menyampaikan usulannya kepada para panelis, bahwa dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) perlu adanya pembentukan satuan tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 di entitas-entitas atau mikro, seperti entitas bisnis, kepariwisataan, olahraga, kepemudaan atau yang lainnya.

“Jadi, di satuan tugas entitas tersebut harus ada seorang penanggung jawab yang betul-betul memahami apabila ada hal kedaruratan, upaya pencegahan, tindakan antisipasi dan sebagainya terkait suatu kejadian. Bukan hanya relawan saja, tetapi betul-betul orang yang bertanggungjawab di entitas atau lingkungan kecil (mikro) sehingga penanganan atau pencegahan kasus covid-19 bisa lebih efektif,” katanya saat acara Roundtable Discussion ‘Isu Kebijakan Kesehatan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berdasarkan Hasil Kajian Litbangkes’ Balitbangkes di Kementerian Kesehatan, Jakarta Pusat, Rabu (02/09/2020).

Usulan tersebut disampaikan Dedie didasarkan atas saran kebijakan (policy brief) yang dipaparkan para pemateri, dimana rekomendasinya mengarah kepada pelaksanaan pembatasan sosial skala mikro sangat penting pada kondisi saat ini, namun harus dijabarkan dengan lebih detail.

Ketua tim Gugus Tugas penanganan Covid 19 Kota Bogor yang juga Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim. (istimewa)

Pembatasan yang disampaikan para pemateri adalah di lingkungan atau wilayah RT/RW. Sebab, pada kenyataannya kasus penyebaran dan penularan Covid-19 terjadi juga di lingkungan perkantoran, keramaian atau kerumunan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menambahkan, tinggi rendah kasus Covid-19 tergantung dari disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Untuk penerapan PSBMK menurut Kadinkes, semua pihak diajak untuk bertanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Ketika di dewan ada hasil survei yang mengatakan bahwa warga Kota Bogor yang percaya adanya covid-19 hanya 15 persen, selebihnya ragu-ragu dan tidak percaya. Ini tantangan terbesar kita untuk terus mengedukasi dan meyakinkan masyarakat Kota Bogor, karena itu perlu adanya penguatan dari lingkup terkecil dengan modal sosial yang dimiliki setiap wilayah,” kata Kadinkes.

Camat Bogor Barat, Rr. Juniarti Estiningsih menjelaskan, upaya di masa Covid-19 ini, warga Kecamatan Bogor Barat, khususnya para tokoh masyarakat berperan secara signifikan. Hal lainnya adalah bantuan yang diberikan warga tidak hanya dalam bentuk pangan, tetapi juga bantuan bagi para pelajar berupa fasilitas Wifi. “Khusus hasil swab test, kami berharap bisa lebih cepat agar penanganan dan pengendalian covid-19 lebih efektif,” ujarnya.

Dalam Roundtable Discussion pembahasan Policy Brief kajian tersebut yang dilaksanakan secara virtual diikuti juga para narasumber, diantaranya pakar sosiologi UI, pakar komunikasi dan yang lainnya. (yopi/oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *