oleh

Kasus Baru Positif Covid-19 di Kota Bogor Terus Bertambah

POSKOTA. CO – Kasus baru positif Covid 19 di Kota Bogor terus bertambah. Dinas Kesehatan mencatat, untuk tanggal 28 Agustus 2020 bertambah lagi 13 orang positif Covid 19. Data yang dirilis Humas Pemkot Bogor menyebutkan, pasien positif covid-19 dengan KTP Kota Bogor masuk dalam kluster rumah tangga.

Manan, Kabid Humas Pemkot Bogor menyebutkan, untuk 13 kasus baru ini diketahui masing-masing,
1. Laki-laki (20), warga Kedung Badak, Tanah Sareal, kategori rumah tangga.
2. Laki-laki (16), warga Kedung Badak, Tanah Sareal, kategori rumah tangga.
3. Laki-laki, warga Tegal Gundil, Bogor Utara.
4. Laki-laki, warga Tanah Baru, Bogor Utara.
5. Perempuan (74), warga Gunung Batu, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
6. Laki-laki (45), warga Kedung Badak, Tanah Sareal, kategori luar Kota Bogor.
7. Perempuan (20), warga Tajur, Bogor Timur, kategori perkantoran.
8. Perempuan (40), warga Genteng, Bogor Selatan, kategori rumah tangga.
9. Laki-laki (6), warga Genteng, Bogor Selatan, kategori rumah tangga.
10. Laki-laki (8), warga Genteng, Bogor Selatan, kategori rumah tangga.
11. Laki-laki (3), warga Genteng, Bogor Selatan, kategori rumah tangga.
12. Laki-laki (47), warga Babakan Pasar, Bogor Tengah, kategori rumah tangga.
13. Perempuan (18), warga Babakan Pasar, Bogor Tengah, kategori rumah tangga.

“Jumlah yang positif untuk hari ini tanggal 28 Agustus, tercatat kluster rumah tangga dan perkantoran,”kata Manan.

Saat ditanya berapa yang sudah menjalani perawatan di rumah sakit, Manan mengaku,
data yang dirawat di RSUD ataupun yang isolasi mandiri di rumah, belum terima Humas dari Dinkes.

“Prosedurnya, ketika ada data kasus positif baru maka unsur wilayah (Camat, Lurah dan Puskesmas) bersama tim detektif Covid di masing-masing RW akan melakukan tracing dan assesment. Jika ada yang dibutuhkan perawatan di rumah sakit, maka akan dilaporkan oleh Puskesmas ke Dinkes untuk dirujuk ke RSUD. Tapi kalau hasil penilaiannya rumah pasien memadai untuk isolasi mandiri dan pasien tanpa gejala (OTG), maka akan dilaksanakan pilihan tersebut,”ujar Manan.

“Sebagai contoh, untuk kasus yang di Kelurahan Semplak, sebanyak 26 pasien OTG itu semuanya isolasi mandiri di rumah masing-masing,”tambah Manan. (yopi/oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *