oleh

Kampung Budaya Betawi Depok Dibangun, Wali Kota: Kebudayaan Lokal Harus Dijaga

POSKOTA.CO – Kebudayaan lokal tentunya memiliki suatu makna yang tidak begitu saja hilang walaupun terjadi proses asimilasi budaya lokal tetap harus ada dan dipertahankan keasliannya untuk masa depan generasi muda.

“Kebudayaan itu salah satu kearifan lokal yang harus terus dijaga, dipertahankan dan dilestarikan utnuk generasi muda mendatang dan menjaadi kewajiban kita semua terus menjaga serta menciptakan generasi muda yang mencitai budaya asli daerahnya,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris saat peletakan batu pertama pembangunan Kampung Budaya Betawi Depok di Jl. Raya Perumahan Sawangan Elok, Kel. Duren Seribu, Bojongsari.

Pengembangan kebudayaan juga termasuk salah satu program dalam mendukung pembangunan di Kota Depok walaupun kini berada pada masa modernisasi, tidak membuat keaslian budaya menjadi pudar. Sehingga untuk menjaga budaya kearifan lokal tentunya kewajiban bersama dakam menciptakan generasi penerus yang mencintai budayanya.

Menurut dia, kehadiran Kampung Budaya Betawi Depok di atas lahan seluas 1.300 meter yang merupakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari Perumahan Sawangan Elok, Kel. Duren Seribu tentunya sangat dinantikan dan diharapkan seluruh masyarakat Kota Depok dan diharapkan dapat menjadi salah satu tempat bersosialisasi dan berkumpul masyarakat.

“Sekali lagi, dalam proses asimilasi budaya jangan sampai yang namanya budaya lokal keasliannya hilang. Jadi harus dikenalkan, mungkin saat ini warga yang usianya sudah 50 tahun ke atas masih kenal sama budaya Betawi. Namun, anak kita yang masih kecil harus dikenalkan dengan budaya Betawi dan budaya Depok,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Duren Seribu, Suhendar mengatakan, kampung budaya di lahan seluas 1.3000 meter ini akan menjadi miniatur kebudayaan Betawi di Kota Depok. Mulai dari kesenian hingga kuliner akan ada di sini. “Ditargetkan selesai pembangunan tahun 2020 mendatang dengan dana swadaya masyarakat dan lainnya termasuk pembangunan gapura di pintu masuk maupun pelataran parkir,” katanya. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *