oleh

Kadin DKI Prihatin, Penyumbang Terbesar Positif Covid-19 Klaster Kantor dan Pusat Ekonomi

POSKOTA.CO –Peningkatan kasus aktif Covid-19 sangat signifikan dua pekan terakhir ini, di mana menjadi penyumbang terbesar dari kasus yang terjadi di kluster perkantoran maupun tempat kerja yang mencapai 70 persen. Seruan keprihatinan juga disampaikan selaku wadah dari dunia usaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)

“Selaku wadah dari dunia usaha yang ada di Wilayah DKI Jakarta, tidak bosan- bosannya selalu mengajak dunia usaha untuk dapat tetap konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di wilayah kerjanya, tempat usaha masing-masing,” tegas Diana Dewi, Ketua Umum Kamar Dadang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta dalam siaran Persnya yang diterima Poskota.co.

Untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, menurut Diana Dewi, satelit yang berada di sekitar Provinsi DKI Jakarta menerapkan aturan jam malam. Aturan ini membatasi aktivitas warga hingga pukul 20.00 WIB. Sementara jam operasional mal, toko-toko, hingga kafe dibatasi hingga pukul 18.00 WIB.

“Pada prinsipnya kami, dunia usaha akan mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19, namun untuk DKI Jakarta penerapannya lebih selektif dan tidak diberlakukan pada semua sektor usaha mengingat saat ini ekonomi Jakarta sedang mulai bergerak kembali,” pinta Diana Dewi.

“Kedisplinan dan komitmen bersama menjadi indikator, apakah pada akhirnya nanti pemerintah atau dalam hal ini tim gugus tugas Covid-19 DKI Jakarta akan kembali melakukan pembatasan sosial lebih ketat lagi atau tidak?” tanya Diana Dewi.

Dijelaskannya, Kadin DKI Jakarta mengharapkan Pemprov DKI jakarta meningkatkan test Swab PCR, khususnya di area perkantoran dan pusat perekonomian di DKI Jakarta, dengan menerapkan sesuai dengan standart minimal WHO yaitu 355 spesiment setiap hari.

“Dunia Usaha optimis memandang masa depan, Kadin berharap masyarakat dapat dengan segera kembali kepada kehidupan sosial dan ekonominya, walaupun dengan tetap memberlakukan protokol pecegahan Covid-19 di mana pun berada,” ucap Diana Dewi. (lian tambuN/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *