oleh

Joki Dibantu Oknum Staf Desa Gasak Uang 15 Penerima BST Kemensos

POSKOTA.CO – Derita rakyat di tengah wabah corona, dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab meraup untung.

Ironinya, kasus manipulasi data dengan mengambil hak orang ini dilakukan oleh orang desa.

Modus dua pelaku, salah satunya staf desa ini yakni memakai joki. Uang bantuan sosial dari Kemensos yang harusnya menjadi hak 15 warga penerima manfaat, diambil oleh 15 orang joki yang di arahkan dua pelaku.

Uang yang diambil 15 joki, sudah berlangsung dua kali. Karena pembagian yang tak sesuai, kasus ini lalu muncul ke permukaan.

Kepolisian Polsek Rumpin kini melakukan penyeledikan. Polisi meminta bersabar, karena kasusnya sedang di proses.

Dari informasi yang didapat, 15 orang joki dari Kampung Cisentul, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, kini masih menjalani pemeriksaan.

Para joki atau orang pengganti untuk mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) terdampak Covid 19 dari Kemensos yang bukan haknya beraksi pada tanggal 18 Juli 2020.

Uang BST di cairkan di Kantor Pos Cicangkal, Recamatan Rumpin, Bogor. Para joki bekerja atas perintah Barong.

Kejadian berawal saat Barong menghubungi Herino, Ketua RT Kampung Cisentul, Desa Cibodas.

Dalam percakapan itu, Barong meminta Herino mencarikan 15 orang untuk mengambil BST dari desa lain yaitu Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Bogor.

Karena iming-iming uang, Herino bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, 15 joki ini didapat.

Mereka masing-masing Her, ketua RT 03/04 Cisentul, Kod, Us, Soh, Oc, And, AS, Mar, Ir alias Ciwing, Ibn, Yon, Abet, Indra, Irp dan Mis.

Para joki lalu berangkat dari Kampung Cisentul menuju Kantor Pos Cicangkal menggunakan mobil Cary.

“Awalnya ke 15 orang joki ini tidak tahu bahwa mereka akan menjadi orang pengganti (joki) pengambilan dana bansos terdampak Covid 19. Mereka hanya diberitahu bahwa ada pekerjaan untuk mereka,”kata AKP Ita Puspita Lena, Kasubag Humas Polres Bogor Minggu (2/8/2020) malam.

Setibanya di kantor pos, 15 orang ini baru diberi tahu tugas mereka oleh Barong dan Luk (staf dari Desa Cipinang).

“Jadi sebelum masuk kedalam Kantor Pos,  mereka diberikan arahan oleh Barong dan Lukman bahwa mereka akan mengambil uang bansos dari Kemensos. Usai arahan, Lukman lalu memberikan kertas yang berisi barcode dan data warga penerima bansos kepada masing-masing joki,”ujarnya.

Informasi sementara, data yang tertera di kertas tersebut adalah data warga Desa Cipinang.

“Dari 15 joki ini masing-masing orang mengambil uang bansos Rp1,8 juta karena di rapel 3 bulan sekaligus dimana tiap bulan Rp600 ribu. Setelah selesai, uang dari masing-masing joki diminta oleh Barong dan Lukman. 15 joki ini hanya diberikan upah Rp150 ribu/orang,”ungkapnya.

Sukses di aksi pertama, Barong dan Lukman kembali menawarkan hal serupa bagi 15 joki ini. Namun aksi kedua yang hanya berselang 1 jam dari aksi pertama ini, mulai muncul keserakahan.

Barong dan Lukman hanya memberikan Rp100 ribu/orang saat uang dicairkan dengan barcode dan nama berbeda.

Nilai uang pada aksi kedua yang sama dengan aksi pertama, namun uang jasa berkurang, membuat 15 joki ini protes.

“Untuk pengambilan uang yang kedua ini ke 15 orang joki hanya diberikan Rp100 ribu/orang. Mereka sempat protes. Kenapa yang kedua cuma dikasihnya segini. Karena kecewa, mereka meributkan ini di internal mereka sampai akhirnya permasalahan ini mencuat di masyarakat,”ungkapnya.

Masalah bau busuk ini awalnya tercium Babinsa Desa Cibodas. Beberapa joki dipanggil termasuk Her, Ketua RT dan Kod.

Di hadapan Babinsa, mereka mengakui semuanya dan menceritakan kronologis manipulasi data penerima hingga bisa mendapatkan kertas yang berisi barcode untuk mencairkan uang BST.

“Polsek Rumpin sudah bekerja. Kejadian ini benar ada. Semua pihak yang patut diduga terlibat, akan dipanggil,”kata AKP Ita. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *