oleh

Inisiasi Alumni IPB 31, Wali Kota Bogor Resmikan Kampung MerBel

POSKOTA.CO – Lahir di masa pandemi Covid-19, Yayasan Jendela Kemanusiaan Lestari (JKL) yang diinisiasi Alumni IPB 31 langsung membuktikan kontribusinya kepada masyarakat Kota Bogor.

Bertempat di Kampung Kebon Manggis, RW 04, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. JKL me-launching Kampung Merdeka Belajar (MerBel) diresmikan langsung Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Pandemi Covid-19 merubah semua kondisi kehidupan, termasuk pendidikan. Kami pun membentuk wadah legal yang akan berfokus pada tiga bidang,” ujar Ketua Yayasan JKL Musbakri Ahmad.

Musbakri mengatakan, tiga bidang tersebut, yakni bidang pendidikan, bidang ekonomi dan bidang lingkungan.

Di bidang pendidikan diwujudkan melalui kampung Merdeka Belajar dengan memberikan bantuan 10 laptop untuk anak-anak di Kampung Kebon Manggis. Di bidang ekonomi JKL melakukan pendampingan UMKM dari mulai proses produksi, kemasan sampai ke pemasaran.

“Di bidang lingkungan, JKL akan menggagas bersih-bersih tempat ibadah,” ujarnya.

Humas Yayasan JKL, Priyo Dwi Cahyono mengatakan, target kedepan JKL membentuk minimal Kampung Merdeka Belajar di 10 lokasi di Kota Bogor dengan lebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Pihaknya juga membuka kesempatan bagi pihak swasta ataupun masyarakat sedekah fasilitas berupa laptop atau smartphone layak pakai untuk dipakai siswa yang membutuhkan.

“Bantuan laptop dan smartphone juga akan disesuaikan dengan data di sekolah, jadi siswa yang menerima memang siswa yang terdaftar di sekolah dan tidak mampu. Harapan kami agar kegiatan ini bisa terus berlangsung, sama-sama memperjuangkan pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku merasa senang adanya Kampung Merdeka Belajar di Kampung Kebon Manggis.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 membuat hidup tidak mudah, banyak yang menjadi pengangguran dan kesulitan, namun ikhtiar dari Yayasan JKL bekerja sama dengan Pemkot Bogor ini bisa membantu meringankan beban masyarakat

“Yang penting anak-anak bisa terus belajar, jangan putus sekolah. Saya banyak terima keluhan tidak ada akses WiFi, tidak ada laptop, ada hp kuota tidak ada, saya bilang pemerintah tidak boleh diam, APBD kita, uang rakyat kembali ke rakyat, saya perintahkan akses WiFi merata di seluruh Kota Bogor. Warga yang tidak punya kuota gadget dibantu jangan sampai pandemi ini memutus harapan dan cita-citanya,” ujar Bima. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *