by

IDI Sebut Tiga Dokter Meninggal Tangani Covid-19, Tenaga Medis dan APD Terbatas

Read Time:1 Minute, 43 Second

POSKOTA.CO – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan selama ikut menangani pengobatan virus Covid-19 sudah tiga dokter yang meninggal dunia. Hal ini dikarenakan kurangnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan petugas medis yang turut menangani pasien corona.

Hal tersebut yang membuat sejumlah tenaga medis jatuh sakit hingga ikut terpapar covid-19, bahkan berujung meninggal dunia.

Ketua IDI, Daeng Muhammad Faqih menjelaskan APD terbatas, berakibat pada sejumlah tenaga medis terinfeksi. Mereka ada yang koma, di ICU. “Jadi APD yang jadi masalah. Kasihan kawan-kawan (tenaga medis) itu,” ungkapnya.

Daeng menyebut satu set APD terdiri dari baju, penutup mata, penutup kepala, masker, sarung tangan, dan sepatu. Saat ini langka di rumah sakit.

Dikatakannya, IDI telah berkoordinasi dengan pemerintah, yakni Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar kebutuhan APD diupayakan secepatnya karena tidak banyak jatuh korban dari tim medis.

Tiga Dokter
Daeng menyebut untuk dokter yang meninggal karena Covid-19, informasi ada tiga dokter, dimana yang sudah terkonfirmasi baru dua dokter, satu dokter belum terlacak.

“Kedua dokter yang meninggal itu berasal dari Jawa Barat. Satu di Bogor, satu di Bekasi,” ujarnya.

Dua dokter disebut Daeng meninggal hari Jumat (20/3/2020) dan Sabtu (21/3/2020). “Yang satu kemarin, yang satu baru hari ini,” cerita ketua IDI. “Sebelumnya, seorang perawat dinyatakan meninggal akibat terinfeksi virus Corona.”

Berdasar informasi yang diterima Daeng, kedua dokter meninggal setelah mendapat rujukan, dan meninggalnya di RSPAD (Gatot Soebroto), satu di RS Persahabatan. Keduanya dipastikan terkena virus corona. “Iya (positif Covid-19),” ujarnya.

Terkait jumlah pasti keseluruhan tenaga medis yang terinfeksi covid-19, Daeng mengaku tidak memiliki data secara pasti, sebab Kementerian Kesehatan (Kemkes) tidak memberikan data mengenai tenaga medis yang positif covid-19 kepada IDI.

“Kalau perawat (yang meninggal dunia) sudah diumumkan, jadi data tidak disampaikan oleh yang menghimpun data, yaitu Kemenkes,” ungkapnya.”ada yang bilang 23 total tenaga medis yang terinfeksi, ada juga yang bilang 32.”

Bicara Pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto menyebut baru mendengar informasi meninggalnya dua dokter karena terkena terinfeksi Corona. “Saya juga baru dengar,” ungkap Yuri, Sabtu (21/3/2020) malam. (r)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini