oleh

Hj Afifah Alia: 15 Tahun Pembangunan Kota Depok hanya Jalan di Tempat

POSKOTA.CO- Perkembangan pembangunan yang terjadi di Kota Depok selama 15 tahun belakangan ini hanya jalan di tempat dan hanya berkutat alias jalan di tempat khususnya di pusat kota.

Tanpa ada upaya pemerataan ke wilayah lain di 11 kecamatan termasuk penanganan bidang kesehatan, pendidikan maupun infrastruktur jalan.

“Selama 15 tahun belakangan sangat terlihat dan terkesan kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di tempat tanpa ada upaya pemerataan yang dijanjikan pemimpin sebelumnya di saat kampanye Pilkada,” kata calon Wakil Wali Kota Depok Hj. Afifah Alia yang diusung PDI perjuangan dalam Pilada serentak Desber 2020 mendatang saat dialog santai dengan wartawan di Depok, Kamis (23/7).

Wilayah yang memiliki 11 kecamatan selama ini hanya berkutat dengan pembangunan di tengah atau pusat kota saja akibatnya wilayah lain seperti dianak tirikan dalam pembangunan infrastruktur disejumlah bidang yang ingin dirasakan warganya.

Menurut dia, ini yang selama ini dipertanyakan warga Depok arah pembangunan tidak jelas dan tidak merata karena banyaknya kepentingan tertentu termasuk kurang berkomunikasi dengan propinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

“Merasa sudah paling bisa atau bahkan enggan minta bantuan pemerintah pusat serta provinsi karena ego para petingginya,” tuturnya yang berharap ke depan semua akan dihilangkan untuk membangun Kota Depok lebih baik serta maju lagi.

Hj. Afifah Alia yang siap mendampingi calon Wali Kota Pradi Supriatna dari Partai Gerindra dalam Pilkada mendatang, menambahkan ambil contoh masalah pendidikan dimana jumlah SD yang mencapai ratusan tidak sebanding dengan jumlah SMP Negeri yang hanya 26 dan SMA Negeri hanya 14 ditambah SMK Negeri tiga gedung sekolah saja.

Seharusnya petinggi di Depok fokus kerja dengan menambah jumlah SMP, SMA/SMK Negeri kalau ngak punya dana, imbuh dia, komunikasi dengan baik ke pemerintah pusat dan provinsi Jawa Barat jangan hanya diam dan menunggu bantuan tanpa mengajukan usulan anggaran pembangunan.

Masalah kesehatan, tambah Afifah Alia yang juga pengusaha ini, selam tiga periode Pilkada Depok masa hanya memiliki satu RSUD yaitu RSUD Depok Sawangan.

“Seharusnya wilayah lain sudah berdiri sehingga pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sehingga warga Depok tidak lagi harus berobat ke rumah sakit di DKI Jakarta maupun Cibinong,” ujarnya.

Sedangkan untuk infrastruktur jalan tentunya harus memiliki rencana yang matang walaupun APBD Depok hanya sekitar Rp 3 trilyun jika mau berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan propinsi Jawa Barat serta stokeholder lain pasti sudah dapat ditambah jumlah ruas jalan penghubung atau arteri baru.

“Selama 15 tahun jumlah jalan di Depok masih sama akibatnya kemacetan dan antrean kendaraan terjadi hampir diseluruh ruas jalan di Depok,” ujarnya.

Yang Insya Allah jika memang semua berjalan lancar dalam Pilkada Desember 2020 mendampingi petahana Wakil Wali Kota Pradi Supriatna tentunya semua akan dilaksanakan dan dikerjakan sesuai harapan masyarakat Depok selama ini. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *