oleh

Enam Wanita Pemijat Plus Kena Razia, Kedapatan Kondom Bekas Pakai Dalam Tas

POSKOTA. CO – Petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Bogor dan Sabhara Polres Bogor menyisir lokasi terapis dan tempat hiburan.
Dalam razia penyakit masyarakat ini, sejumlah lokasi yang di curigai di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, digeledah pada Jumat (14/8/2020) malam.
Hasilnya, petugas gabungan Satpol PP dan Satuan Sabhara Polres Bogor berhasil mengamankan sedikitnya 8 orang pekerja wanita di lokasi yang berbeda beserta alat kontrasepsi atau kondom bekas pakai.
Lokalisasi prostitusi terselubung dikawasan Kota Wisata, Gunung Putri ini menjadi sasaran utama, karena adanya pengaduan masyarakat.
Warga dalam pengaduannya ke pihak penegak Perda dan polisi mengaku, mewabahnya virus corona malah muncul tempat prostitusi terselubung yang Di kuatirkan akan timbul cluster baru penyebaran covid 19 diwilayah mereka.
Hasilnya, enam wanita muda diamankan. Saat berada di kantor Satpol PP, mereka mengaku bekerja sebagai terapis plus.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020) mengatakan, enam wanita ini diamankan di salah satu rumah kebugaran yang berlokasi di komplek pertokoan kawasan Gunung Putri.
Menurut Agus, selain wanita terapis, pihaknya juga berhasil menemukan kondom bekas pakai dari dalam tas milik wanita terapis yang tengah menemani pelanggannya di salah satu kamar.
“Mereka semua langsung angkut ke mobil untuk dibawa ke mako Satpol PP Kabupaten Bogor,” kata Agus Ridho.
Petugas lalubergerak ke di Blok Anggrek dan Blok Coklat di wilayah Kecamatan Cileungsi, Bogor.
Namun kuat dugaan bocor, sehingga saat petugas tiba dilokasi prostitusi terbesar diwilayah Timur Kabupaten Bogor ini, lokasi  sudah sepi.
Gagal di Cileungsi, petugas bergerak ke bagian Selatan, Kabupaten Bogor. Kali ini wilayah kecamatan Ciawi jadi sasaran.
Dari salah satu tempat pijat diwilayah ini, dua orang di duga Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tengah menjajakan diri di pinggir jalan langsung diangkut ke mobil petugas.
Dari Ciawi, petugas gabungan bergerak ke arah Puncak. Lokasi prostitusi terbesar Gang Semen, menjadi target.
Namun kuat dugaan kedatangan petugas bocor, sehingga lokasi yang selalu ramai dengan wanita dan laki-laki hidung belang mendadak sepi seperti tak berpenghuni.
“Razia ini sepertinya bocor, tapi kita berhasil mengamankan 8 orang wanita yang diduga Penjajah Seks Komersial. Semuanya, langsung kita bawa ke mako untuk proses lebih lanjut,” ujarnya sambil menambahkan,
dari 8 orang yang diduga PSK tersebut langsung di serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor guna proses assessment.
Agus menambahkan, sebelum diserahkan ke Dinsos untuk assessment, mereka lebih dulu menjalani test urine yang dilakukan oleh petugas dari BNNK Bogor.
“Jika test urine mereka terbukti menggunakan narkotika atau psikotropika, kami akan langsung serahkan ke polisi,”tegas Agus sambil menambahkan, razia pekat akan semakin rutin dilaksanakan, karena banyaknya laporan masyarakat terkait THM yang beroperasi disaat covid 19. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *