oleh

Duh, Akses Pejalan Kaki Jalan Sabang Dirampas untuk Lapak Parkir

-Megapolitan-124 views

POSKOTA.CO – Kawasan icon Jakarta Pusat, Jalan Agus Salim, Sabang, Kebon Sirih, Menteng semrawut dan berantakan. Tampak terlihat pada gambar pedestrian atau trotoar di kawasan ini tidak ada ruang bagi pejalan kaki.

“Hadeh, trotoar di sini sudah dipenuhi lapak parkir, tidak ada lagi ruang untuk berjalan kaki di kawasan Jalan Agus Salim, Sabang ini karena tertutup oleh lapak parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL),” keluh Meni (39) salah satu pejalan kaki, Minggu (19/7/2020).

Kondisi seperti ini, kata dia jangan dibiarkan berlarut-larut harusnya ada langkah upaya kajian dari instansi terkait dalam memberikan kenyamanan untuk pejalan kaki. Masa trotoar berubah fungsi jadi lautan lapak parkir. “Keberadaan sejumlah Fasilitas Umum (Fasum) juga rusak dan berantakan, tidak terawat seperti tidak ada Pemerintah di sini,” tandasnya.

Menanggapi keluhan pejalan kaki, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu menegaskan, seharusnya instansi Pemerintah mendengar aspirasi keluhan pejalan kaki karena hak mereka sudah dirampas.
“Seharusnya ada hak pejalan kaki, jika hak pejalan kaki hilang. Maka hal itu harus dikaji ulang oleh aparat terkait terutama Dinas Perhubungan, UP Parkir DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Pemkot Jakarta Pusat,” ucap Victor.

Lanjut dia menambahkan, jangan sampai publik menilai, Pemerintah tutup mata dan telinga terhadap alih keberadaan fungsi trotoar menjadi lapak parkir hanya untuk kepentingan retribusi dari parkir.”Wali Kota Jakarta Pusat dan UP Parkir DKI, Kecamatan Menteng harus bisa menata ulang untuk menjawab hak pejalan kaki di kawasan jalan Sabang tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, pantauan dilapangan dan sumber di lapangan, marka jalan di kawasan ini juga jadi bancakan oknum perhubungan.
“Marka jalan di sini juga jadi lapak parkir dan PKL. Permeter nya kisaran 30 ribu perhari,” ujar salah satu sumber yang tidak ingin disebut namanya.

Ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengakui bahwa memang rencana penataan di kawasan tersebut akan ditata Dinas Pariwisata.”Ada rencana penataan dari Dinas Pariwisata untuk Destinasi Wisata Kuliner Kebon Bang Jaim. Tapi kok programnya belum jalan,” singkatnya melalui via telepon seluler. (Van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *