oleh

Danpuspomad: 29 Oknum TNI Jadi Tersangka dan Ditahan Kasus Perusakan Polsek Ciracas

POSKOTA.CO – Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) menyelenggarakan Konferensi Pers terkait perkembangan terbaru mengenai insiden penyerangan serta perusakan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko menjelaskan bahwa total prajurit TNI yang sudah diperiksa terkait penyerangan di Polsek Ciracas ada 51 personel yang terdiri dari 19 satuan.

”Pusat Polisi Militer Angkatan Darat telah memeriksa 51 anggota TNI AD dari 19 satuan dan dari 51 orang tersebut telah ditetapkan 29 orang tersangka atas dugaan perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas pada hari Sabtu (29/8/2020)”, paparnya di Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Mapuspomad) Kamis (3/9/2020).

Danpuspomad menuturkan bahwa penetapan tersangka dan penahanan kepada para oknum prajurit TNI tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan dimulai pada 29 Agustus hingga 2 September 2020.

Selain itu Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan oleh Puspom TNI dan Puspomad telah ditemukan indikasi di TKP bahwa yang terlibat pada penyerangan Polsek Ciracas bukan saja prajurit dari Angkatan Darat.

“Setidaknya sejauh penyelidikan ini telah ditemukan 8 Prajurit dari matra lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan ke Polsek Ciracas tersebut yakni 7 prajurit dari matra TNI AL dan 1 prajurit dari TNI AU”, tutur Danpuspom TNI.

Menurut Danpuspom TNI bahwa 8 Prajurit yang diduga terlibat pada penyerangan Polsek Ciracas tersebut pada hari ini sedang dilakukan pemeriksaan.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang hadir pada Konferensi Pers hari ini menjelaskan bahwa penyerangan ke Polsek Ciracas tersebut berawal dari berita bohong yang disampaikan oleh Prada MI.

”Awal mulanya Prada MI mengalami kecelakaan tunggal, tetapi entah kenapa insiden itu disebut -sebut sebagai pengeroyokan, kemudian Dandim 0505 Jakarta Timur serta perwakilan dari Polres Jakarta Timur hadir di TKP untuk mengklarifikasi peristiwa yang sesungguhnya dan diperkuat oleh kesaksian dari sembilan orang yang berada di TKP dan semua saksi tersebut menjelaskan bahwa sesungguhnya Prada MI memang mengalami kecelakaan tunggal”, tutur Pangdam.

Selain itu Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Yogaswara mengatakan, kepada para tersangka akan dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun 6 bulan dan pasal 406 KUHP tentang perusakan dengan ancaman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan”, tegasnya.(*/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *