oleh

Bupati Bekasi Akan Menindak Tegas Penggelapan Uang Koperasi Guru

POSKOTA.CO- Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, akan menindak tegas pelaku dugaan penggelapan uang iuran koperasi guru. “Intinya apapun yang dilakukan terhadap penyalahgunaan kewenangan dan jabatan akan kita tindak tegas,” kata Bupati usai menghadiri sidang paripurna DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (07/09/2020).

Bupati akan memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) turun ke lapangan menyelesaikan kasus dugaan penggelapan uang iuran koperasi guru Kecamatan Babelan. “Saya akan perintahkan dinas pendidikan menindaklanjuti persoalan itu. Sehingga ada tindakan tegas kalau ada penyalahgunaan,” ujarnya.

Wakil Ketua KPRI Kecamatan Babelan, H Jainih, saat dikonfirmasi dirinya membantah. “Pak itukan opini yg dibentuk. Bagaimana saya korupsi saya bukan ketua dan bukan pemegang uang,” katanya via telephone. Bahkan, dirinya menyayangkan sikap para guru yang telah melakukan aksi demo di depan kediamannya. “Saya menyayangkan kejadian tetsebut,” ketusnya.

Namun, ditanya apakah dirinya merasa dirugikan dan akan melaporkan balik atas sikap para guru itu. Jainih, tidak berkenan menjawab pertanyaan wartawan.

Sebelumnya, sejumlah guru di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merasa tertipu iuran koperasi guru sebesar Rp 4,5 miliar. Mereka (guru) menuntut uang mereka dikembalikan. Karena dicurigai iuran koperasi guru itu digelapkan pengurus KPRI yang tak lain adalah Wakil Ketua KPRI kecamatan setempat. “Sudah beberapa tahun tidak pernah dilakukan rapat anggota tahunan (RAT),” kata Samsumar, salah satu anggota KPRI.

Setelah dihitung lagi oleh koordinator jumlah secara global Rp.6,8 Miliar. Artinya nilai uang yang kami tuntut untuk dikembalikan adalah Rp 5,3 miliar,, bukan Rp 4,5 miliar,” kata Samsumar, perwakilan guru di Kecamatan Babelan, Jumat (04/09/2020).

Ia menegaskan, para guru tidak hanya menuntut uang Rp 5,3 miliar, tapi juga akan menuntut kredit macet para anggota. Hal ini dilakukan karena banyak anggota yang sudah pensiun, dan di delete oleh pengurus tapi uang tidak dikembalikan.

“Banyak data yang dihilangkan oknum pengurus itu. Rencana kami bukan hanya menggugat pengurus itu saja, tapi juga menggugat kredit macet. Agar terungkap permainan uang yang digelapkan ya,” ujarnya. (said)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *