oleh

Belasan Pelanggar Terjaring Petugas Ok Prend, Pasrah Disuruh Nyapu Fasum

POSKOTA.CO – Sebanyak 17 pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, terciduk petugas gabungan saat menggelar Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah (Ok Prend) aparat Kelurahan Karet Tengsin di kawasan, Jalan Karet Pasar Baru Barat V, Senin (27/7/2020) siang.

Kegiatan pengawasan protokol kesehatan Covid 19 ini menjaring belasan pelanggar terdiri dari para karyawan perkantoran dan warga masyarakat yang tidak mematuhi penggunaan masker atau melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 51 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

Salah satu pelanggar yang diketahui adalah karyawan yang berkantor di kawasan, Jalan Karet Pasar Baru Barat V ini alasannya lupa dan ketinggalan di rumah. “Lupa masker nya ketinggalan di rumah, saya ngaku salah dan pasrah pak,” ucapnya saat terjaring petugas.

Meski begitu, petugas tetap mengenakan sanski kepada belasan pelanggar ini dengan hukuman sanksi di tempat, baik itu berupa kerja sosial membersihkan sampah di Fasilitas Umum (Fasum) maupun administrasi yang dibayarkan ke Bank DKI.

“Maskernya wajib dipakai sesuai aturan protokol kesehatan Covid 19. Ini juga si mas kenapa masker tidak dipakai kok malah dicantelin gituh. Penggunaan masker untuk melindungi diri dari volusi udara seperti virus dan bakteri,” tegas Hari Ananda, Lurah Karet Tengsin saat menegur pelanggar di sela-sela memimpin kegiatan Ok Prend sambil geleng-geleng kepala.

Lanjit Hari menambahkan, dari 17 pelanggar yang dikenakan hukuman sanksi kerja sosial. 1 diantaranya sanksi membayar denda administrasi yang dibayarkan ke Bank DKI.

“Sanksi tegas terhadap pelanggar, tujuannya supaya warga masyarakat timbul efek jera. Selain itu, untuk peringatan bagi warga lainnya yang melihat bahwa protokol kesehatan merupakan kewajiban yang harus ditaati,” ucapnya sambil mengatakan kegiatan Ok Prend di mulai pada pukul 11. 00 Wib hingga pukul 13 30 Wib siang.

Dalam kegiatan Ok Prend ini melibatkan 12 petugas gabungan untuk membantu pengawasan protokol kesehatan antara lain, ASN kelurahan Satpol PP, TNI dan FKDM.

“Dalam kegiatan operasi ini kami juga menyosialisasikan gerakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Ok Prend akan di laksanakan secara rutin dan berpindah-pindah lokasi terutama pada titik kerumunan masyarakat. Walaupun Karet Tengsin merupakan zona kuning tapi kami berupaya mengantisipasi,” ungkap Hari menyudahi wawancara melalui sambungan via telepon seluler. (Van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *