oleh

Bandel Tak Pakai Masker, Sembilan Warga Kemayoran Terjaring OK Prend

-Megapolitan-145 views

POSKOTA.CO – Sembilan warga Kemayoran terjaring petugas gabungan saat menggelar Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah (OK Prend) di area kawasan Pasar Gardu Asem, Jalan Kemayoran Barat, Kemayoran, Jumat (24/7/2020).

Kesembilan pelanggar ini langsung digiring petugas untuk didata yang selanjutnya dikenakan sanksi kerja sosial. Meski pun ada sejumlah pelanggar yang ngedumel. Namun petugas tidak menghiraukan pelanggar yang membandel tersebut.

“Rumah saya deket sini pak, makanya nggak pakai masker. Lagian kalau pakai masker jadi nyesek,” ujar salah satu pelanggar.

Kasatpol PP Kelurahan Kemayoran Yusran mengaku, kesembilan pelanggar yang terjaring OK Prend merupakan warga Kemayoran yang membandel dan lalai tidak menggunakan masker di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

“Alasannya klasik dan selalu mengada-ngada saja. Padahal pemerintah sudah membagikan masker di setiap RT untuk warga, namun kesadarannya kurang disiplin,” ucap Yusran.

Ditambahkan Yusran, lupa dan ketinggalan pakai masker juga selalu menjadi alasan atau karena rumah dekat dengan pasar dan jika pakai masker nyesaklah.

Kasatpol PP Kelurahan Kemayoran Yusran didampingi petugas gabungan sambil teriak-teriak dengan pengeras suara memberi imbauan kepada warga pengunjung Pasar Gardu Asem untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Padahal penggunaan masker untuk menangkal volusi udara dari virus maupun bakteri serta anjuran dari pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid 19,” ucap Yusran sambil teriak-teriak dengan pengeras suara di area Pasar Gardu Asem didampingi 14 petugas gabungan terdiri dari Aparat Sipil Negara (ASN), Satpol PP, TNI, Polri dan sekuriti pasar.

Sementara itu, dari kesembilan pelanggar ini seluruhnya dikenakan sanksi kerja sosial membersihkan sampah di area pasar selama 15 menit.

Lurah Kemayoran Rahmat Fadjar menambahkan, selama dua pekan pengawasan protokol kesehatan di area Pasar Gardu Asem masih banyak pelanggar yang terjaring karena tidak mematuhi aturan.

“Segera kami evaluasi dengan menyiasati penambahan spanduk imbauan dan melayangkan surat edaran ke seluruh RT/RW, serta berkolaborasi dengan pengurus masjid untuk ‘woro-woro’ memberikan informasi kepada warga bahwa penggunaan masker menjadi kewajiban dalam mencegah penularan Covid 19,” tutup Rahmat Fadjar. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *