oleh

Badan Jalan Raya Keadilan Banjir, Warga Nilai DPUPR Depok Tutup Mata

POSKOTA.CO – Cuaca tidak hujan badan Jalan Raya Keadilan, Kampung Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru tergenang air setinggi 20 Cm dikeluhkan warga sekitar dan pemakai kendaraan.

Mereka menilai pihak UPT II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok tutup mata dengan kondisi genangan serta membuat badan jalan utama tersebut rusak.

“Ini kondisi terik matahari air meluap dari saluran air akibat sampah menumpuk di kolong jembatan milik warga sekitar apalagi hujan terus menerus,” kata Ny. Tuti, pengendara sepeda motor, Senin (6/7/2020).

Genangan ini kerap terjadi saat pintu air Kali Mampang di kawasan Jembatan Serong dibuka akibat sejumlah jalan masuk maupun jembatan toko terlalu rendah sehingga sampah tersangkut di kolong hingga air meluap ke badan jalan tersebut.

Ibu tiga anak ini yang mengaku warga Jembatan Serong, Cipayung, seharusnya jembatan agak tinggi dan pihak UPT I DPUPR Kota Depok terkesan tutup mata untuk mengeruk lumpur maupun memperbaiki kerusakan badan jalan tersebut.

Hal serupa juga dikatakan, Ketua RW 08, mengatakan genangan akibat luapan dari saluran air memang sudah sering terjadi apalagi saat pintu air di Jembatan Serong dibuka. “Kondisi genangan air tidak hanya mengganggu pengendara dan pemilik toko tapi badan jalan juga rusak,” ujarnya.

Hampir seluruh aspal penutup beton jalan terlepas dan membuat sejumlah lubang yang sangat membahayakan pemakai kendaraan di Jl. Raya Keadilan baik dari arah Arco Sawangan maupun Jembatan Serong, Cipayung, ujarnya yang berharap ada perhatian pihak DPUPR Kota Depok khususnya UPT I.

Sedangkan Kepala UPT I DPUPR, Dea, saat dihubungi terkait penanganan genangan dan kerusakan badan Jalan Raya Keadilan, Rawa Denok tidak menjawab.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Depok Dadan Rustandi, mengatakan secepatnya akan dicek ke lokasi terkait sering terjadinya genangan akibat luapan dari saluran air di pinggir Jl. Raya Keadilan, Rawa Denok, Kel. Rangkapan Jaya Baru.

“Saya sudah tegur dan minta UPT II DPUPR untuk mengecek serta melakukan normalisasi saluran air tersebut jika dangkal,” ujarnya. (anton/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *