oleh

Anggota DPRD Provinsi Jabar Sosialisasi Empat Pilar di Kota Bogor

POSKOTA. CO – Sosialisasi 4 pilar kebangsaan menjadi agenda utama anggota DPRD Propinsi Jawa Barat. Citra bhakti parlemen dalam sketsa kebangsaan menjadi sesuatu hal yang mutlak dilakukan ditengah menguatnya politik identitas serta perkembangan dunia teknologi.

Generasi muda sebagai penerus estafet pemimpin bangsa di masa yang akan datang, harus terus menggelorakan dan membumikan 4 pilar dimanapun dia berada.

Generasi muda bangsa Indonesia, harus membentengi diri, agar perkembangan teknologi dan pengaruh sentimen keagamaan, tidak menyeret mereka ke hal-hal yang tidak produktif.

Perkembangan teknologi merupakan sesuatu hal yang tak dapat dihindari. Namun teknologi harus bermanfaat bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

“Generasi muda kuat, Indonesia pasti kuat dan jaya,”kata Rudy Harsa Tanaya, anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan di gedung KONI Kota Bogor 24 Agustus 2020.

Menurut RHT, sapaan akrab Rudy Harsa Tanaya, Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah final.

Pancasila menurut politisi kawakan banteng moncong putih ini, juga yang mempersatukan semua anak bangsa yang berbeda suku, agama dan ras serta golongan.

“Perbedaan agama di antara kita, tidak membuat anak bangsa terkotak kotak. Karena perbedaan itu karunia Allah. Perbedaan itulah yang membuat Indonesia menjadi indah,” ujar RHT dihadapan puluhan generasi muda yang hadir.

Selain Pancasila, ada UUD RI tahun 1945 serta NKRI yang mengikat kita dalam kehidupan bernegara dibawah sebuah bangsa dan negara yang bernama Indonesia.

“Kita berbeda tapi terikat dalam satu kesepakatan yakni negara Indonesia. Saat ini, pemahaman agama kadang dominan. Kita masih berpegang pada agama dan keyakinan kita tanpa mau melihat keyakinan orang lain. Nah Pancasila inilah yang menyatukan kita,” ungkap RHT.

Penegakan hukum yang belum berkeadilan, juga menjadi sorotan RHT. Bagi mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat selama 12 tahun ini, dampak belum adilnya hukum, membuat masyarakat kadang berlaku tidak taat hukum.

“Akhirnya timbul ketidakserasian dalam hidup bermasyarakat. Tapi saya apresiasi, kehidupan bermasyarakat di Kota Bogor sudah sangat bagus. Ini bukti Pancasila sudah diamalkan dalam kehidupan warga kota hujan ini,” tegas RHT.

RHT menegaskan, Pancasila sebagai falsafah hidup, harus dilakukan dengan benar. Jika masih ada yang melanggar, maka kita belum hidup bermasyarakat dengan benar.

“Indonesia negara hukum dengan kedaulatan di tangan rakyat. Mari kita taati aturan. Dengan Pancasila kita mampu berjalan kedepan. Untuk generasi muda, saya minta untuk tetap menjaga negara ini dari rongrongan pihak-pihak yang ingin merubah ideologi bangsa,”pesannya disambut aplaus peserta

Salah satu peserta meminta RHT agar memperjuangkan 4 pilar sebagai mata pelajaran yang penerapannya sudah mulai dari bangku SD.

Atas permintaan ini, wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Kota Bogor ini berjanji, akan memperjuangkannya bersama anggota DPRD Propinsi Jabar dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *