oleh

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Kecam Panti Pijat ‘Esek-Esek’ Buka saat Pandemi Corona

POSKOTA. CO – Tempat praktik prostitusi berkedok massage atau panti pijat menjamur dan kian menyebar. Seperti wabah corona yang menyebar tanpa batas, hal serupa juga terjadi pada praktik asusila terselubung ini.

Tumbuh suburnya panti pijat plus kini sudah merambah ke kawasan Kota Wisata dan Legenda Wisata di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Tumbuh suburnya praktek plus berkedok panti pijat, diduga menjadi salah satu faktor makin bertambahnya kasus Covid 19 di wilayah dengan slogan Tegar Beriman ini.

Dugaan kuat adanya pembiaran baik dari Muspika Gunung Putri maupun Pemkab Bogor mengemuka. Hal ini jika dilihat dari sisi kuantitas (jumlah) yang terus bertambah.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor melakukan razia atas puluhan massage yang ada di kawasan Gunung Putri, Bogor.

Namun seakan tidak takut dengan gertakan itu, beberpa massage nekad buka kembali. Bahkan saat penegak perda hendak melakukan razia ke tempat selanjutnya ada informasi razia tersebut bocor. Sehingga, pemilik masage di kawasan perumahan elite tersebut menutup lebih awal tempat usahanya.

“Beberapa waktu lalu kita perah lakukan razia namun baru beberapa massage yang kita datangi ternyata infonya sudah bocor. Ketika mau melakukan razia di tempat lain mereka sudah tidak melakukan aktifitas lagi,” ujar Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor Rhama Kodhara, Kamis (20/8/20).

Maraknya keberadaan panti pijat plus, disoroti anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Mu’ad Halim, wakil rakyat dari PDI Perjuangan yang juga berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Gunung Putri dan Cileungsi mengecam tindakan pengusaha nakal yang mencoba menabrak aruran PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang sedang berlaku di Kabupaten Bogor.

“Sangat menyayangkan dan merasa prihatin dengan sikap pengusaha nakal yang membuka tempat esek-esek berkedok pijat refleksi saat seluruh masyarakat berjibaku berupaya memutus rantai penyebaran corona. Saya minta agar pihak berwenang segera bertindak. Ini Dapil saya dan akan saya dorong aparat tuntaskan,”ujar Mu’ad.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor ini menduga, banyaknya panti pijat yang buka di tengah pandemik corona, tidak berijin atau prakteknya tidak sesuai ijin yang diajukan.

Untuk itu, Mu’ad meminta peran seluruh masyarakat yang memiliki dokumentasi praktik ausila ini mohon bisa ikut bantu melaporkan.

Sekedar diketahui, tempat prostitusi berkedok massage itu tersebar di komplek pertokoan Sentra Eropa, Kota Wisata dan Komplek pertokoan Legenda Wisata. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *