oleh

Anggap Enteng Petugas, Puluhan Pelanggar PSBB Transisi Kena Sanksi Sosial

-Megapolitan-356 views

POSKOTA.CO – Hadeh! Tindakan terhadap pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi dikenakan sanksi bersih-bersih sampah.

Efek jera bagi pelanggar PSBB masa transisi ini membuktikan bahwa masyarakat kurang disiplin dan dikenakan sanksi ringan.

“Banyak yang terjaring saat petugas Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat di saat petugas menggelar razia masker di Pasar Senen Blok III dan IV, pada Rabu (1/7/2020). Tapi tindakan hanya sanksi sosial,” ujar salah satu pelanggar.

Pantauan di lapangan, kegiatan razia masker ini dipimpin langsung Wali Kota Jakarta Pusat H Bayu Meghantara didampingi Sekretaris Kota Iqbal Akbarudin, dan Asisten Pemerintahan Jakpus Denny Ramdhany di lokasi. Sebanyak 80 personel gabungan terdiri dari Satpol PP, Dishub, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) kali ini dengan sasaran para pedagang dan pengunjung Pasar Senen Blok III dan Blok VI digelar tindakan dan pengawasan bagi pelanggar PSBB di masa transisi ini untuk menuju masyarakatnya sehat, aman, dan produktif.

Alhasil sebanyak 30 pedagang yang dikenakan sanksi sosial berupa menyapu sampah jalan dan satu pelanggar dikenakan sanksi denda sebesar Rp250.000.

Sementara, Wali Kota Jakarta Pusat H Bayu Meghantara menyatakan, Pemkot Jakpus saat ini sedang melaksanakan penegakan peraturan terhadap para pedagang maupun pengunjung.

“Ada 30 pedagang yang terjaring saat operasi razia masker di masa PSBB transisi karena tidak menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah virus Corona (Covid-19). Puluhan pelanggar terjaring karena tidak mengenakan masker. Sanksi sosial berupa menyapu jalan dan pelanggar mengenakan rompi khusus. Sedangkan satu pelanggar lagi memilih bayar denda sebesar Rp250.000,” ungkap Bayu.

Ditambahkannya, Pemkot Jakpus berharap agar petugas melakukan pengawasan dengan ketat terhadap pasar di wilayah Jakpus. Jika masih ditemukan pedagang yang membuka dan tidak sesuai dengan tanggal hari ini. Kios pedagang harus ditutup.

“Seluruh pasar juga harus menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir yang dilengkapi sabun. Jika tidak dipatuhi akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 tahun 2020,” tandasnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *