oleh

Aktivis Lingkungan Hidup Kota Tangsel Demo di TPA Cipeucang

POSKOTA.CO – Seminggu penangganan pengerukan atau normalisasi Sungai Cisadane dari longsoran gunungan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Setu, Serpong dinilai kalangan aktivis lingkungan hidup masih belum maksimal dan menimbulkan pencemaran.

Aksi demo kalangan aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Jeletreng tidak hanya menggelar spanduk tapi juga sempat menguburkan diri di atas tumpukan sampah saat sejumlah alat berat shofel melakukan pengakutan sampah yang menutupi pinggir Sungai Cisadane, Senin (1/6/2020).

“Dampak longsor gunungan sampah yang berada di TPA Cipeucang diperkirakan mencapai 100 ton sangat mengkhawatirkan bahkan mencemarkan air Sungai Cisadane,” kata koordinator aksi, Aquari Shandy seraya menambahkan, bahkan penanganan untuk mengeruk sampah yang longsor tidak maksimal.

Sebetulnya aksi terkait penangganan sampah buangan sudah dilakukan sejak Desember 2019 lalu saat melihat sampah buangan di TPA Cipeucang sudah mencapai lebih dari 25 meter ketinggiannya yang tentunya sudah over load. Selain itu pembuatan turap penahan di TPA Cipeucang sama tidak berfungsi. Hal itu berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan sebelum aksi tersebut digelar. Akibatnya air Sungai Cisadane kini tercemar sampah.

Para aktivis mengajukan dua tuntutan, yaitu meminta pengelola TPA Cipeucang menegakkan peraturan tentang sempadan sungai, dan mempercepat pemulihan Sungai Cisadane agar pencemaran tidak berlarut-larut yang membahayakan masyarakat Kota Tangsel terlebih berdomisili di pinggiran Sungai Cisadane, katanya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *