oleh

Airin: Perlu Pengkajian Matang Berlakukan Jam Malam di Tangsel

POSKOTA.CO – Melihat kondisi masyarakat atau warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencapai 1.747.906 jiwa dari data sensus 2019 di tujuh kecamatan sekitar 50 persen mencari nafkah atau bergantung hidup dengan bekerja ke DKI Jakarta, dalam kasus penyebaran Covid-19 untuk memberlakukan jam malam tentunya perlu pengkajian yang matang.

“Belum ada rencana untuk memberlakukan jam malam seperti wilayah Kota Depok dan Kota Bogor aturan jam malam itu diterapkan tujuannya untuk membatasi mobilitas masyarakat di tengah penyebaran Covid-19,” kata Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Rabu (2/9/2020).

Untuk memberlakukan kegiatan jam malam tersebut, tentunya perlu dikaji lebih jauh apakah efektif atau tidak untuk Kota Tangsel yang hampir 50 persen masyarakat maupun warganya bekerja di DKI Jakarta selama 24 jam, tentunya mobilitas masyarakatnya sangat tinggi.

Menurutnya, jika diterapkan jam malam harus didirikan posko-posko pengawasan hilir-mudik orang serta kendaraan. Posko petugas gabungan idealnya didirikan di titik-titik lokasi perbatasan dengan daerah kabupaten/kota terdekat.

“Dengan melihat akses masyarakat masuk ke Tangsel banyak. Jadi kalau jam malam jaganya gimana seperti apa,” jelasnya.

Kalaupun ada rencana ke arah sana, imbuh dia, tentunya harus terlebih dulu melakukan musyawarah mufakat dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk putuskan perlu atau tidaknya jam malam.

“Nanti akan kita diskusikan dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim,” pungkas Airin. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *