oleh

Ahli Hidrologi: Ribuan Ikan Mati Massal Diduga akibat Zat Amonia

POSKOTA.CO – Dugaan matinya ribuan ikan jenis mujair dan nila di Setu Rawa Besar Lio, Kampung Lio, Kelurahan Depok, Pancoran Mas diduga karena siklus musim dan zat mengandung amonia (NH3) setelah musim kemarau panjang beberapa hari belakangan turun hujan di wilayah Kota Depok.

“Hujan yang turun beberapa hari belakangan ini tentunya membuat siklus air di Setu Rawa Besar Lio bercampur hingga membuat air yang selama musim kemarau tercampur dan meracuni air sehingga ikan air rawar jenis Mujair, Nila hingga kerang keracunan dan mati massal,” kata Wijayanto, kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Poryata) Kota Depok yang juga ahli hidrologi didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Depok Sidik Mulyono kepada POSKOTA.co, Rabu (19/8/2020).

Kasus ini lebih dikenal dengan istilah umbalan atau pengadukan sejumlah sumber makanan dalam air yang ada dalam Setu Rawa Besar Lio mendadak tercampur aliran air masuk ke kawasan setu hingga tercampur.

“Endapan lumpur yang selama ini ada tentunya sudah mengandung amonia atau NH3 kemudian turun hujan dan mendadak tercampur tentunya ikan yang selama ini hidup tidak terbiasa dengan air baru dari hujan hingga meracuni ikan tersebut,” tuturnya.

Melihat kondisi Setu Rawa Besar Lio belakangan ini banyak keramba ikan air tawar milik warga. Tentunya mereka memberikan pakan ikan yang turun ke lumpur yang membuat dan mengandung amoniak tinggi selain dari limbah buangan organik masyarakat yang masuk ke badan air.

Mengenai ikan yang masih ‘mabuk’ atau hidup tapi masih berada di permukaan tentunya masih segar dengan kondisi mata masih segar, insang masih merah, perut masih lembut dan membel tentunya tidak ada masalah untuk dikonsumsi warga sekitar, ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Depok Choiriah didampingi Staf Penyuluh Perikanan kawasan Cinere, Limo dan Pancoran Mas, Elly, mengaku pihaknya juga sempat terkejut dengan kejadian ribuan ikan di Setu Rawa Besar Lio mati mendadak.

“Kami langsung mengambil sampel air baik yang di pinggir maupun di tengah Setu Rawa Besar Lio untuk diperiksa lebih lanjut ke laboratorium,” ujarnya yang menambahkan hasilnya pemeriksaan diperkirakan memakan waktu dua minggu. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *