KEMANA KOMBES SYAMSUL SETELAH MENJABAT DIRLANTAS ? – Poskota.co

KEMANA KOMBES SYAMSUL SETELAH MENJABAT DIRLANTAS ?

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kemana saja Kombes Syamsul Bahri sejak menjabat Dirlantas Polda Metro Jaya ? Jakarta justru semakin macet dimana-mana dan tak terkendali.

Keinginan masyarakat sederhana yaitu terwujudnya Kamseltibcar lalu lintas, dapat dipenuhi pemerintah. Jangan justru dipelintir menjadi sumber pemasukan lewat kebijakan restribusi, maupun pengadaan proyek serta aneka jenis operasi.

Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Rabu (22/6) Ditlantas Polda Metro Jaya, seperti orang menggaruk kaki padahal kepalanya yang gatal. Sehingga upaya yang dilakukan untuk mengurai kemacetan tidak efektif, justru kemacetan di ruas jalan Ibukota dan sekitarnya semakin tak terkendali.

Menurut Edison, secara kasat mata terlihat, kemacetan di Ibukota, termasuk sejumlah kota-kota besar lainnya, dipicu jumlah kendaraan yang tidak terkendali. “Kemana dirlantasnya, nyaman di belakang meja,” tanya Edison.

Kemudian, ketersediaan angkutan umum yang dapat dipercaya bisa memberikan rasa aman,selamat,tertib,dan lancar (Kamseltibcar)serta terintegrasi ke seluruh wilayah. Ditambah lagi, dampak proyek MRT yang sedang berlangsung dan penutupan jalur jembatan Semanggi, serta sarana prasarana jalan yang kerab memicu terjadinya kemacetan.

Sementara Pemprov DKI dan Ditlantas Polda Metro Jaya, hanya berputar-putar pada upaya mengurangi ruang gerak kendaraan.Tetapi tidak berani menghentikan atau moratorium penjualan kendaraan untuk sementara di wilayah Jakarta.

Menurutnya,moratorium lebih efektif dan menguntungkan dari sisi ekonomi terkait dengan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB). Sebab, berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum, kemacetan di Ibukota mengakibatkan kerugian materi mencapai Rp 65 triliun pertahun.

Ditambah lagi kerugian physikologis, serta aktifitas dan kreatifitas masyarakat yang terbunuh, akibat kemacetan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)