WARTAWATI MEDAN DIRAMPOK DUA PRIA BERJAKET HITAM – Poskota.co
Saturday, September 23

WARTAWATI MEDAN DIRAMPOK DUA PRIA BERJAKET HITAM

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Damayanti boru Sinaga,26, wartawati Surat Kabar Harian Analisa menjadi korban perampokan di depan salah satu pusat perbelanjaan modern di Jalan Krakatau Medan.

Usai membuat pengaduan di Mapolsek Medan Timur, Kamis, Damayanti mengaku dirampok ketika akan kembali ke rumahnya di Jalan Mabar Hilir, Rabu (17/8) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Di lokasi tersebut, dua orang pria mengenakan jaket hitam mengendarai sepeda motor merampas tas korban. Diduga pelaku telah mengikuti korban dari kantornya di Jalan Ahmad Yani Medan.

Korban mencoba mempertahankan tas miliknya yang berisi barang berharga sehingga sempat terjadi tarik-menarik dengan pelaku.

Namun akhirnya korban terjatuh dari sepeda motornya hingga mengalami luka-luka memar di kedua lutut kaki dan tangan, demikian juga dengan punggung bagian kanan yang tergores aspal.

Korban yang terjatuh di jalan berusaha bangkit, namun tidak bisa lagi mengejar pelaku yang sudah hilang dari pandangan.

Dalam kejadian itu, korban kehilangan tas sandang warna merah berisi dompet dengan uang kontan senilai Rp2 juta, kartu tanda penduduk, STNK sepeda motor dengan nomor polisi BK 4039 SH, SIM, ATM Bank BTN, kartu BPJS Kesehatan, kartu Jamsostek, kartu pers, dan kartu nama.

Damayanti mengaku dirinya sempat berteriak minta tolong dan didengar oleh warga yang mencoba untuk mengejar pelaku. Namun, menurut dia, kedua perampok tersebut keburu kabur dengan sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.