WARGA JANGAN TERGIUR MODUS PEMBUATAN KTP PALSU – Poskota.co
Saturday, September 23

WARGA JANGAN TERGIUR MODUS PEMBUATAN KTP PALSU

POSKOTA.CO – Masyarakat Kabupaten Sukabumi diminta waspada terhadap modus operandi pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) palsu. Hal ini menyusul terbongkarnya praktik pembuatan KTP palsu di Kecamatan Ciambar, Sukabumi, Jawa Barat.

Terbongkarnya kasus pembuatan KTP dan KK palsu ini berawal dari proses pembuatan surat keterangan kelakuan baik atau SKCK yang dilakukan warga di Polsek Nagrak. Pada saat itu petugas memeriksa KTP warga yang terlihat ganjil. Keanehan tersebut akhirnya dikoordinasikan dengan Disducakpil Sukabumi. Hasilnya, KTP tersebut palsu karena nomor induk kependudukan (NIK) di dalam dokumen kependudukan tersebut tidak valid.

“Warga jangan sampai tergiur untuk membuat KTP palsu,” ujar Kepala Bidang Pendataan Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi Ridwan, Rabu (17/8).

Ridwan mengungkapkan, dari hasil penelusuran di lapangan menyebutkan modus pembuatan KTP palsu untuk melamar pekerjaan ke perusahaan. KTP tersebut menjadi bukti bahwa mereka adalah warga di sekitar lingkungan pabrik berdiri. Perusahaan biasanya memprioritaskan warga sekitar untuk dapat bekerja di pabrik. Sehingga ada sejumlah warga pendatang yang akhirnya membuat KTP palsu untuk menyiasati hal tersebut.

Sebenarnya, ungkap Ridwan, dari segi bentuk KTP asli dengan KTP palsu jauh berbeda. Pembuatan KTP palsu masih menggunakan kertas biasa dan dilaminating. Sementara e-KTP sudah menggunakan sistem komputerisasi.

Sebelumnya, Polres Sukabumi membongkar praktek pembuatan KTP, kartu keluarga (KK) dan ijazah palsu. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Unit Reskrim Polsek Nagrak Polres Sukabumi pada 3 Agustus 2016 lalu. Pembuatan dokumen kependudukan dan ijazah palsu tersebut dilakukan di sebuah rumah yang berada di Kampung Pasirangin, RT 05 RW 09, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di rumah tersangka polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa komputer, alat scan, printer, dan cap stempel palsu. “Dalam kasus ini satu orang tersangka sudah ditangkap polisi,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)