SISWI SMP DIRUJAK 3 TEMAN SEBAYANYA – Poskota.co

SISWI SMP DIRUJAK 3 TEMAN SEBAYANYA

ketiga remaja pemerkosa
ketiga remaja pemerkosa

POSKOTA.CO – Siswi SMP, sebut saja Bunga, baru berusia 16 tahun dirujak (diperkosa) tiga teman sebaya. Kini ketiga pelakunya berhasil ditangkap aparat Polsek Pamulang Tangsel.

Korban digilir ketiganya di rumah kontrakan salah satu pelaku di Jalan Kemiri VI, Pondok Cabe Udik, Pamulang, pada tanggal 8 Desember 2015 lalu sekira pukul 22.00 WIB.

Ketiga pelaku ditangkap di tempat terpisah masing-masing:
o. Akh,17,
o. Hai,16,
o. Riz,17,

Korban digilir setelah dicekoki minuman keras oleh para pelaku, kemudian diperkosa secara bergantian.

Ceritanya, Hai, merayakan ulang tahun di kediaman Riz, ditemani Akh lalu mereka mengajak Bunga. Sampai di kontrakan ketiga ABG tersebut patungan untuk membeli dua botol minuman keras jenis Intisari untuk diminum bersama-sama. Setelah korban mabuk Bunga diperkosa ketiga pelaku.

Peristiwa itu baru dilaporkan keluarga korban ke Mapolsek Pamulang pada tanggal 3 Februari 2016, setelah Bunga cerita pada keluarganya. Siswi cantik itu memberitahu jika keperawanannya telah direnggut oleh ketiga pelaku tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.