SATRES NARKOBA POLRESTA DEPOK CIDUK BEKAS ANGGOTA TNI AL LAGI NYABU – Poskota.co
Saturday, September 23

SATRES NARKOBA POLRESTA DEPOK CIDUK BEKAS ANGGOTA TNI AL LAGI NYABU

Mantan anggota TNI AL, DLN(45/dua kiri), pegawai Pemkot Depok MSH(34/dua kanan) diamankan di Mapolsekta Depok karena terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Mantan anggota TNI AL, DLN(45/dua kiri), pegawai Pemkot Depok MSH(34/dua kanan) diamankan di Mapolsekta Depok karena terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

POSKOTA.CO – Mantan anggota TNI yang pernah terlibat dalam kasus pembunuhan Direktur PT Aneka Sakti Bhakti (Asaba) pada 2003 lalu, kini kembali terjerat kasus hukum. Saat tengah menikmati narkoba bersama seorang temannya, mantan anggota TNI berpangkat kopral satu itu pun dibekuk aparat Satres Narkoba Polresta Depok.

Tertangkapnya mantan anggota TNI berisial DLN(45) ini berawal dari penangkapan MSH(34), pegawai Pemkot Depok. Penangkapan dilakukan aparat Satres Narkoba Polresta Depok di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Senin (8/5) lalu.

Wakil Kepala Polresta Depok Faizal Ramadhani mengungkapkan, DLN merupakan bekas anggota TNI Angkatan Laut berpangkat kopral satu. Ia pernah terlibat dalam kasus pembunuhan Direktur PT Asaba Boedyharto Angsono.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana menambahkan, DLN saat itu berperan membantu pelarian Kopda Marinir Suud Rusli, eksekutor pembunuhan Boedyharto Angsono. “Jadi yang bersangkutan yang menjemput Suud Rusli sesaat setelah mengeksekusi Direktur Asaba,” tutur Putu dalam konferensi pers, Jumat (12/5).

Meski tak terlibat langsung, Putu menyatakan, DLN pernah dihukum penjara setelah Polisi Militer Angkatan Laut Indonesia (Pomal) melakukan penyidikan. DLN pun dipecat atas perbuatannya itu. ?
Saat penggeledahan terhadap DLN, polisi mendapati sabu seberat 0,3 gram dari tangan DLN, sementara sabu seberat 0,26 gram diamankan dari MSH. Jaringan pemasok barang haram tersebut pun dibidik. Putu mengatakan, kedua tersangka merupakan tetangga satu kontrakan.

Kepada wartawan, DLM mengakui pernah menjadi anggota TNI berangkat kopral. DLN sempat juga menjawab pertanyaan wartawan dengan nada tinggi. Sementara itu, tersangka lainnya, MSH mengaku baru menggunakan sabu selama dua bulan. Dia mengklaim, tak ada lagi PNS lain yang ikut mengonsumsi sabu itu.

DLN mengaku menyesal karena terseret kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kedua tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)