RESKRIM POLSEK TAMBORA RINGKUS DUA PENJAMBRET TELEPON GENGGAM – Poskota.co

RESKRIM POLSEK TAMBORA RINGKUS DUA PENJAMBRET TELEPON GENGGAM

Dua penjambret telepon genggam dengan barang buktinya yang diamankan Reskrim Polsek Tambora Jakbar.
Dua penjambret telepon genggam dengan barang buktinya yang diamankan Reskrim Polsek Tambora Jakbar.

POSKOTA.CO – Denis Andriansyah (18) dan Royadi (20) tersangka pelaku penjambretan diringkus Anggota Unit Reskrim Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (5/4), sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari tangan pelaku polisi menyita satu buah telepon genggam merek Asus tipe Z00sd warna hitam, dan satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam dengan nopol B 3550 BRF yang digunakan para pelaku untuk melakukan aksi kejahatan.

Kronologis peristiwa penjambretan itu bermula korban Nina Mauladah (20) warga Gudang Arang, Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, hendak berangkat kerja sambil berjalan kaki di Jl Raya KH Mansyur, Jembatan lima.

Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP) korban mengeluarkan telepon genggam, kemudian mengubungi temannya Handriyansah (saksi), pada saat korban tengah memegang telepon genggam, tiba-tiba dua orang pelaku dari arah belakang memepet korban dengan motor.

Tanpa disadari korban, pelaku lalu merampas telepon genggam, sempat terjadi tarik-menarik, karena korban kalah tenaga akhirnya pelaku berhasil membawa kabur telepon genggam kesayangannya.

Tak mau kehilangan akal, korban pun mengejar sembari berteriak jambret.., jambret….

Teriakan korban rupanya terdengar anggota Buser Reskrim Tambora yang sedang bertugas tidak jauh dari TKP.

Tak mau kehilangan buruan, anggota dari Unit Reskrim Tambora ini selanjutnya melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua pelaku berikut barang bukti.

Kini kedua pelaku warga Jl Jamblang, Duri Selatan, Tambora itu mendekam di dalam jeruji besi, Mapolsektro Tambora untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*/hariri /johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)