PROVOKATOR MEDSOS TANJUNGBALAI DICOKOK – Poskota.co
Saturday, September 23

PROVOKATOR MEDSOS TANJUNGBALAI DICOKOK

POSKOTA.CO – Petugas Unit IV Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengamankan Ahmad Taufik (41), yang diduga menjadi provokator media sosial (medsos) terkait kerusuhan Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Taufik dicokok setelah menyebarkan informasi yang berisi ujaran kebencian di dua akun Facebook-nya sekaligus. Taufik diringkus di daerah Jakarta dengan kondisi tak berdaya tanpa pelawanan, karena Taufik sudah empat tahun sakit.

Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Hengki Haryadi mengatakan, pesan yang dituliskan Taufik tersebut berkaitan dengan kasus kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai, Medan pada 30 Juli 2016 lalu.

“Pelaku membuat akun Facebook menggunakan handphone menulis informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan SARA,” ujar Hengki kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/8).

Taufik menuliskan ujaran kebencian tersebut sehari setelah kerusuhan Tanjungbalai terjadi, yaitu pada Minggu (31/7). Taufik menuliskan, “Tanjungbalai Medan rusuh 30 Juli 2016..!! 6 vihara dibakar buat saudara muslimku mari rapatkan barisan… Kita buat tragedi 98 terulang kembali #Allahu_Akbar…”.

Menurut Hengki, beberapa aksi bentrok yang terjadi selama ini selalu bermula dari ujaran kebencian terlebih dahulu, salah satunya seperti kejadian di Tanjungbalai kemarin.

“Hasutan dari media sosial membuat cepat proses konflik di TKP. Kita kaitkan di kasus Polda beberapa lalu seperti kerusuhan sopir taksi, suporter di GBK, dan ini (Tanjungbalai). Kerusuahan selalu didahului dengan asutan di media sosial,” ucap Hengki.

Tidak Puas
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menuliskan ujaran kebencian tersebut karena merasa tidak puas dengan pemerintah saat ini.

“Alasannya dari hasil pemeriksaan karena adanya ketidakpuasan dengan pemerintah sekarang, karena ekonomi dan harga-harga mahal,” jelas Awi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.