POLSEK TAMBORA AMANKAN TUJUH PREMAN YANG MERESAHKAN WARGA – Poskota.co

POLSEK TAMBORA AMANKAN TUJUH PREMAN YANG MERESAHKAN WARGA

Operasi Premanisme Tambora

POSKOTA.CO – Tujuh pria diduga preman masing-masing berinisial D(32), D(37), W(32), K(45), P(20), R(20), dan M(50), diamankan dalam sebuah Operasi Premananisme yang digelar aparat kepolisian Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (7/5).

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat M Syafi’i SIK kepada wartawan mengatakan, operasi tersebut dilakukan untuk mencegah dan menekan aksi kriminalitas dan tawuran antarwarga yang kerap terjadi di wilayah hukum Polsek Tambora, agar masyarakat mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terlebih menjelang Ramadan.

Operasi dilakukan dengan cara mobile Anggota Unit Reskrim bergerak menyelusuri sejumlah titik rawan kejahatan, hasilnya sebanyak tujuh pria diduga preman yang dianggap meresahkan masyarakat diamankan petugas.

Selanjutnya mereka dibawa ke Mapolsek Tambora Jakarta Barat untuk didata dan diberikan pembinaan agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum serta tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban di masyarakat. (*/hariri/johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.