POLISI TANGKAP PENYEDOT PULSA INDOMARET DI TULUNGAGUNG – Poskota.co

POLISI TANGKAP PENYEDOT PULSA INDOMARET DI TULUNGAGUNG

POSKOTA.CO – Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus di Tulungagung Jawa Timur meringkus pelaku pembobol sistem IT POS pengisian pulsa milik perusahaan waralaba Indomaret yang diretas, Minggu (14/8) lalu.
Tindak pidana illegal access dan pencurian di server PT Indomarco Prismatama ini berdasarkan Laporan Polisi LP/2227/V/2016/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 06 Mei 2016.

Dari hasil laporan kantor pusat PT Indomarco Prismatama ini, terdapat laporan adanya pencurian pulsa pada sistem POS pengisian pulsa toko Indomaret sebanyak 13 unit di Jawa Timur dan Kalimantan.

Pelakunya adalah NR (28), warga Tulungagung, Jawa Timur, yang menggunakan alamat server pusat. Kemudian pelaku masuk pada server cabang dan langsung menjalankan aplikasi pos pengisian pulsa. dan sistem berjalan sendiri kemudian sistem mengikuti perintah untuk melakukan pengisian pulsa ke nomor telepon selular.

“Tersangka NR berhasil menyedot pulsa Indomaret selama enam jam mencapai Rp11.600.000 dari cabang Indomaret di Kalimantan dan Jawa Timur,” ujar Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roberto Gomgom Pasaribu dalam siaran pers, di Polda Metro Jaya, Kamis (18/8).

AKBP Roberto mengatakan, NR baru beraksi mulai bulan Mei 2016 lalu. Dia belajar memasuki sistem IT Indomaret setelah mempelajarinya di internet. “NR ini juga lulusan IT. Makanya dia paham,” jelas Roberto.

Setelah berhasil pulsa-pulsa terkumpul yang disimpan dalam 13 nomor provider, barulah tersangka NR memperjualbelikan pulsa di forum jual-beli online. ”Tersangka menjualbelikan pulsa hasil curiannya itu dengan harga miring, pulsa Rp100.000 dijual tersangka dengan harga Rp80.000,” tandas AKBP Roberto Pasaribu.

Barang bukti yang diamankan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di antaranya, satu buah KTP, dua buah buku tabungan, dua buah kartu ATM, 17 buah sim card dengan berbagai macam provider, satu unit laptop, satu unit telepon selular Blackberry, dua unit telepon selular merek Iphone.

“Kami menangkap tersangka di warung tempat ia dan istrinya berjualan makanan di Tulungagung, Jawa Timur,” ungkap Kanit 3 subdit IV Cyber Crime Ditreskimsus Polda Metro Jaya Kompol Khairuddin, memberi keterangan mengenai penangkapan tersangka NR.

Akibat perbuatannya, tersangka NR telah melanggar tindak pidana di bidang ITE dan atau pencurian melalui media elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 Ayat (1) jo Pasal 46 Ayat (1) dan atau Pasal 30 Ayat (2) jo Pasal 46 Ayat (2) dan atau Pasal 30 Ayat (3) jo Pasal 46 Ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara delapan tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)