POLISI COKOK KETUA LIRA JATENG SAAT PESTA SABU – Poskota.co
Saturday, September 23

POLISI COKOK KETUA LIRA JATENG SAAT PESTA SABU

POSKOTA.CO – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Jawa Tengah Budi Kiatno, saat asyik pesta narkoba jenis sabu-sabu di Kantor Indonesian Police Watch (IPW), Ruko Peterongan Blok C Nomor 714 Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (16/10) dinihari.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova¬† membenarkan atas penangkapan tersebut. Selain Ketua Lira Jateng Budi Kiatno, petugas juga mengamankan tiga orang lainnya, yang salah satu diduga oknum anggota Polrestabes Semarang berpangkat bripka. “Ada empat yang diamankan bersama barang bukti,” kata Djarod.

“Iya benar ada anggota kami. Dari Polrestabes Semarang dengan pangkap bripka,” sambung Djarod.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes Pol Reinhard Silitonga juga membenarkan penangkapan terhadap pelaku yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

“Benar tadi dinihari kita ada penangkapan di Sekretariat Lira Jateng. Untuk Ketua Lira Jateng dan tiga rekannya masih kita dalami dan periksa secara intensif di kantor,” terang Reinhard.

Selain mengamankan empat pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua paket sabu dalam bungkus plastik kecil, dua set bong dari botol air mineral, dan empat tube tes urine yang hasilnya positif.

Ketua LIRA Jateng Budi Kiatno dikenal sebagai seorang pengacara yang cukup dekat dengan aparat kepolisian. Sedangkan kantor yang ditempati Budi ini juga menjadi Sekretariat Indonesia Police Watch (IPW) Jateng. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.