PNS NYABU DIAMANKAN SATRES NARKOBA POLRESTA DEPOK – Poskota.co
Saturday, September 23

PNS NYABU DIAMANKAN SATRES NARKOBA POLRESTA DEPOK

MSH(34), PNS yang ditangkap Satres Narkoba Polresta Depok, Kamis (10/5), karena kedapatan menggunakan sabu-sabu.
MSH(34), PNS yang ditangkap Satres Narkoba Polresta Depok, Kamis (11/5), karena kedapatan menggunakan sabu-sabu.

POSKOTA.CO – Aparat Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok, Jawa Barat, baru-baru ini mengamankan seorang PNS Pemkot Depok yang kedapatan menyalahgunakan narkoba. Dalam penangkapan tersebut, selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bungkus sabu seberat 0,26 gram.

Penangkapan terhadap MSH(34), bermula dari adanya laporan warga terkait aktivitas penyalahgunaan sabu yang kerap dilakukan tersangka di rumah kontrakannya di Kelurahan Abadi Jaya, Sukmajaya, Depok.

“Kami menerima laporan bahwa tersangka dengan beberapa temannya sering menggunakan sabu di rumah kontrakannya,” jelas Kompol Putu Kholis Aryana, Kasat Narkoba Polresta Depok, Kamis (11/5) sore.

Menurut Putu, sebelum melakukan penangkapan terhadap MSH, jajarannya melakukan penyelidikan terhadap laporan terkait aktivitas penyalahgunaan narkoba yang dilakukan MSH. “Setelah kami selidiki selama beberapa hari di kontrakan, ternyata benar. Dari tangan tersangka, kami amankan 0,26 gram sabu di dalam plastik bening,” tambah Putu.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini MSH mendekam di ruang tahanan Mapolresta Depok. Tersangka diancam dengan Pasal 114 Ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika karena disinyalir sebagai penjual narkoba. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.