PENCURI DI RUMAH KONTRAKAN DIGELANDANG KE POLSEK TAMBORA – Poskota.co

PENCURI DI RUMAH KONTRAKAN DIGELANDANG KE POLSEK TAMBORA

RGS (dua kanan), korban pencurian jam tangan di kamar kontrakannya di Jl Jembatan Besi II Gang Asem, Tambora Jakarta Barat, pada Kamis (1/6) dinihari. Sementara MO (inzet) pelaku yang diamankan warga ke Polsek Tambora Jakbar, namun dilepas setelah pihak korban tak melakukan penuntutan.

POSKOTA.CO – Satu dari dua pelaku pencurian berinisial MO (25) diamankan warga sesaat setelah melakukan aksinya di salah satu kamar kontrakan milik korban di Jl Jembatan Besi II Gang Asem, Tambora Jakarta Barat, pada Kamis (1/6) dinihari.

Korban RGS (27) kehilangan jam tangan merek K-SPORT seharga lima puluh ribu rupiah, namun demikian polisi tidak menahan pelaku, dikarenakan pihak korban tidak melakukan penuntutan, dan telah menandatangani kesepakatan damai yang tertuang di dalam surat pernyataan serta ditandatanganinya di ruang Unit II Reskrim Polsek Tambora Jakarta Barat.

Informasi yang dihimpun dari narasumber di lokasi kejadian menyebutkan, bermula pada Kamis (1/6) sekitar pukul 24.15 WIB. Korban keluar dari kontrakan hendak membeli makan sahur, dan posisi pintu kamar kontrakan dalam keadaan tidak terkunci.

Selang beberapa saat, ketika kembali pulang, korban terkejut mendapati dua orang lelaki tidak dikenal berjalan sambil tergopoh-gopoh keluar dari arah kontrakan.

Ia pun mulai curiga dengan gerak-gerik pelaku, kemudian korban bergegas melangkahkan kakinya, dan alangkah terkejutnya korban tatkala didapati pintu kamar dalam keadaan terbuka seperti habis dimasuki seseorang.

Rasa curiga pun kian bertambah, selanjutnya korban bersama beberapa warga mengejar dan menegur pelaku. Namun di luar dugaan, satu pelaku berhasil kabur, sementara pelaku MO yang diketahui warga Angke terpaksa diamankan warga dan dibawa ke Polsek Tambora Jakarta Barat.

Sementara itu di ruang Unit II Reskrim Polsek Tambora sekitar pukul 03.00 WIB petugas melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi.

Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya korban menandatangani kesepakatan damai dengan membuat surat pernyataan tidak melakukan penuntutan terhadap pelaku, mengingat yang melakukan pencurian bukan pelaku, melainkan teman pelaku, serta jam tangan milik korban pun telah dikembalikan. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.