PEMILIK TOKO KELONTONG DITEMUKAN TEWAS DENGAN LUKA DI BAHU DAN TENGKUK – Poskota.co
Saturday, September 23

PEMILIK TOKO KELONTONG DITEMUKAN TEWAS DENGAN LUKA DI BAHU DAN TENGKUK

POSKOTA.CO – Seorang pemilik toko kelontong ditemukan tak bernyawa di dalam kios kontrakannya di Jalan Kemuning, Pondok Pucung Indah, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Korban ditemukan tewas dengan luka di bahu dan tengkuk.

“Korban bernama Sumarmin (40), warga Purwadadi, Grobogan, Jawa Tengah. Korban ditemukan telah meninggal pada Sabtu (10/9) sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Kasubag Humas Polres Tangsel AKP H Mansuri dalam keterangannya, Sabtu (10/9).

Kios Lokasi penemuan korban (Dok Humas Polres Tangsel)
Kios lokasi penemuan korban (Dok Humas Polres Tangsel)

Penemuan jenazah korban bermula saat saksi mata bernama Joko heran karena korban sudah dua hari tak terlihat. Dia kemudian mendatangi toko kelontong milik Sumarmin dan melihat pintu rolling sedikit terbuka dan mencium bau tak sedap.

“Saksi memanggil-manggil korban namun tak ada jawaban. Setelah itu dia melaporkan hal tersebut kepada pemilik kontrakan bernama Yusrahim. Saat dicek ke dalam toko, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi korban terbaring dan didapati luka sobek di bahu dan luka tusuk di tengkuk,” jelas Mansuri.

Mendapati Sumarmin telah meninggal dunia, Joko dan Yusrahim menghubungi anggota keluarga korban dan pihak kepolisian. Kepada petugas, Yusrahim mengatakan, selama empat tahun mengontrak di rumah miliknya untuk berjualan kelontong, korban tak pernah bermasalah dengan warga sekitar.

“Korban selama mengontrak tidak mendengar adanya permasalahan dengan warga sekitar dan pernah mendengar kalau korban punya masalah dengan istrinya,” kata Mansuri.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya Sumarmin. “Polisi belum dapat menyimpulkan siapa pelaku, namun melihat dari kejadian di TKP, ada beberapa rokok yang berada di etalase hilang diduga diambil pelaku,” kata Mansuri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.