PEMBUNUH PEREMPUAN DI SITUBONDO DIVONIS SEUMUR HIDUP – Poskota.co

PEMBUNUH PEREMPUAN DI SITUBONDO DIVONIS SEUMUR HIDUP

ILUSTRASI
ILUSTRASI

POSKOTA.CO – Majelis hakim Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur, menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup kepada terdakwa pembunuhan terhadap perempuan karena dinilai terbukti melakukan tindakan kriminal secara berencana.

“Busari,30, terbukti melakukan pembunuhan terhadap Fitria Ningsih,21, itu sudah direncanakan,” ujar ketua majelis hakim Mira Sendangsari dalam persidangan di PN Situbondo, Selasa.

Pada sidang dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim disampaikan, selain menjatuhkan vonis seumur hidup, juga diperintahkan melakukan penyitaan terhadap barang bukti celurit dan sepeda motor milik terdakwa yang digunakan saat membunuh korban.

Hakim mengatakan, terdakwa divonis seumur hidup atau lebih tinggi dari tuntutan jaksa penutut umum karena Busari melakukan pembunan berencana atau melanggar pasal 340 KUHP.

Seusai pembacaan vonis, majelis hakim mempersilahkan terdakwa untuk menyatakan sikapnya, yakni menerima atau tidak terhadap putusan tersebut.

Terdakwa akhirnya mendatangi penasehat hukumnya Ilham Damantika. Setelah meminta pendapat kepada penasehat hukumnya terdakwa menyampaikan masih berpikir-pikr kepada majelis hakim.

Kasus pembunuhan itu bemula ketika terdakwa Busari mengajak Firia Ningsih yang tak lain selingkuhannya ke sebuah perkebunan kopi di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Korban dibunuh dan dikuburkan di lokasi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.