PELAKU CURANMOR DIAMANKAN BUSER RESKRIM TAMBORA DARI AMUK MASSA – Poskota.co

PELAKU CURANMOR DIAMANKAN BUSER RESKRIM TAMBORA DARI AMUK MASSA

AS(38) pelaku pencurian yang diamankan petugas Unit Buser Polsek Tambora Jakarta Barat di Jl Kalianyar I, Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (11/5) pagi, berikut barang bukti kejahatannya.
AS(38) pelaku pencurian yang diamankan petugas Unit Buser Polsek Tambora Jakarta Barat di Jl Kalianyar I, Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (11/5) pagi, berikut barang bukti kejahatannya.

POSKOTA.CO – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Pandeglang, Banten, berinisial AS(38) diamankan petugas Unit Buser Polsek Tambora Jakarta Barat di Jl Kalianyar I, Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (11/5) pagi.

Polisi menyita barang bukti berupa tas selempang, satu unit motor Honda Scoopy Nopol G 3258 JT, dan dua buah kunci letter ‘T’ sebagai alat kejahatan.

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi M Syafi’i SIK didampingi Kanit Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Antonius menuturkan, kronologis penangkapan terhadap pelaku.

Pada Jumat (28/05) sekitar pukul 13.00 WIB pada saat korban HK(25) akan menggunakan kendaraannya, ia terkejut mengetahui kunci kontak motornya rusak. Korban lalu bercerita kepada saksi Abdul Manaf(45) dan Sunarto(28) kalau kunci kontak motornya seperti dirusak oleh seseorang.

Mendengar cerita itu, saksi yang sudah lama merasa curiga dengan keberadaan lelaki yang setiap hari sering nongkrong di parkiran motor. Kecurigaan saksi dan korban semakin bertambah, dan mereka sepakat akan menangkap pelaku.

Kamis (11/5) sekitar pukul 03.30 WIB pelaku terlihat sedang berada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian korban dan saksi langsung menangkap dan menginterogasi pelaku, dan saat tas selempangnya digeledah ditemukan dua buah kunci letter ‘T’, pelaku pun tak bisa berkutik lagi dan mengakui semua perbuatannya. Mendengar keterangan pelaku, taak ayal dirinya menjadi bulan bulanan massa.

“Setelah mendapat laporan adanya pelaku curanmor ditangkap warga, petugas Unit Buser Reskrim Polsek Tambora langsung menuju ke TKP, dan segera mengamankan pelaku dari amuk massa,” ujar Syafi’i

“Pelaku dalam menjalankan aksinya berpura-pura ikut membantu menjaga parkiran motor, ketika penjaga parkir tertidur, pelaku yang sudah mengetahui motor yang diincarnya tidak terkunci langsung beraksi,” tambah Kompol Syafi’i.

Setelah berhasil membongkar kunci kontak dengan kunci letter ‘T’ yang sudah dipersiapkannya, kendaraan roda dua itu lalu dibawa kabur.

Namun sayang, pada saat akan dihidupkan, mesin motor itu tidak bisa dihidupkan alias mati, kemudian pelaku mengembalikan sepeda motor itu ke tempat parkiran semula dan meninggalnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Tambora Jakbar, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.