NASABAH KORBAN DUGAAN PENIPUAN PANDAWA CAPAI 1.000 ORANG – Poskota.co

NASABAH KORBAN DUGAAN PENIPUAN PANDAWA CAPAI 1.000 ORANG

POSKOTA.CO – Sejumlah nasabah Pandawa Group mendatangi Mapolresta Depok untuk membuat laporan terkait dugaan penipuan yang dilakukan dalam pengelolaan dana investasi pada kelompok bisnis tersebut. Namun dari delapan nasabah tersebut, baru satu nasabah yang membuat laporan secara resmi. Polisi memperkirakan masih ada nasabah lainnya yang merasa dirugikan dengan bisnis investasi tersebut. Bahkan diperkirakan jumlahnya mencapai 1.000 orang.

AKBP Chandra Kumara
AKBP Chandra Kumara

Hal itu dikemukakan Wakapolresta Depok AKBP Chandra Kumara kepada wartawan, Kamis (19/1). Menurutnya, saat ini pihak Polresta Depok masih menelusuri laporan seorang nasabah. “Dari laporan tersebut, kami menduga adanya unsur penipuan,” tegas Chandra di Mapolresta Depok.

Terhadap laporan yang masuk itu, Polresta Depok menetapkan Pasal 378 dan Pasal 379 KUHP guna menjerat pelakunya. “Jadi si nasabah ini melaporkan, harusnya dia mendapat profit setiap bulan. Namun sudah dua bulan ini mereka tidak menerimanya. Laporan yang kami terima ini adalah Pasal 378 dan Pasal 379,” jelas Chandra.

Chandra menambahkan, pihaknya memperkirakan ada 1.000 nasabah asal berbagai daerah yang menanamkan dananya dalam bisnis investasi Pandawa Group. “Kami perkirakan dana investasinya mencapai ratusan miliar rupiah,” lanjut Chandra.

Terkait soal kabar buronnya Salman Nuryanto, menurut Chandra, belum ada indikasi ke arah itu. Hanya saja pihak kepolisian terus menyelidiki kebenaran kabar tersebut. “Menurut informasi dari masyarakat yang berada di kantor KSP Pandawa, mereka tidak menemui bapak pengurus,” papar Chandra.

Terkait kasus Pandawa Group ini, Polresta Depok bersifat sebagai penerima laporan saja. Pasalnya, untuk masalah koperasi dan perbankan, kasusnya ditangani Polda Metro Jaya dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)